Terungkap! Kenapa Sukabumi & Bogor Gak Berhenti Berguncang?
Terungkap! Kenapa Sukabumi & Bogor Gak Berhenti Berguncang?

Terungkap! Kenapa Sukabumi & Bogor Gak Berhenti Berguncang?

SpekPintar – Sukabumi dan Bogor dibuat tegang! Sabtu malam (20/9/2025), serentetan gempa bumi mengguncang wilayah ini. Gempa pertama berkekuatan 4,0 skala Richter, langsung disusul guncangan-guncangan lain yang bikin warga jadi waspada. Kira-kira, kenapa ya daerah ini jadi “langganan” gempa?

Rangkaian Gempa Guncang Sukabumi dan Bogor

Malam itu, Sukabumi dan Bogor terasa mencekam. Sekitar pukul 23.47 WIB, gempa bumi dengan kekuatan lumayan, 4,0 magnitudo, menggoyang tanah. Beberapa warga bahkan sampai lari keluar rumah, saking kuatnya terasa!

Gempa Utama dan Gempa Susulan

Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), setelah gempa pertama, gempa-gempa susulan terus berdatangan sampai Minggu pagi (21/9/2025). Direktur Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan kalau sampai pukul 06.00 WIB, ada 29 gempa susulan yang tercatat. Kekuatannya macam-macam, mulai dari yang kecil banget, 1,9 magnitudo, sampai yang lumayan terasa, 3,8 magnitudo. “Rangkaian gempa susulan ini nunjukkin kalau wilayah ini masih belum stabil setelah gempa yang pertama,” kata Daryono dalam keterangannya.

Wilda, warga Pamijahan, Kabupaten Bogor, juga cerita betapa kagetnya dia. “Jendela rumah sampai goyang-goyang. Awalnya aku kira ada truk lewat, eh ternyata gempa!” ujarnya.

Penyebab Gempa: Aktivitas Sesar Aktif

Jadi, sebenarnya apa sih yang bikin Sukabumi dan Bogor sering kena gempa? Kata BMKG, gempa yang terjadi itu jenis gempa dangkal, disebabkan oleh aktivitas sesar aktif. “Setelah dilihat lokasinya dan kedalamannya, kami simpulkan kalau gempa ini karena pergerakan sesar aktif di wilayah tersebut,” jelas Daryono.

Sesar aktif itu semacam patahan di batuan bumi yang masih bisa gerak dan bikin gempa. Nah, pergerakan sesar inilah yang melepaskan energi dalam bentuk gelombang seismik, yang kita rasakan sebagai guncangan. Karena ada sesar aktif di Sukabumi dan Bogor, ya wajar aja kalau daerah ini jadi rawan gempa.

Daryono juga menambahkan, rangkaian gempa ini adalah lanjutan dari gempa pertama yang 4,0 magnitudo itu. Artinya, gempa susulan itu proses pelepasan energi setelah ada gempa besar. “Gempa susulan bakal terus terjadi sampai energi di dalam bumi habis. Tapi, lama-lama kekuatannya akan mengecil,” imbuhnya.

Intensitas Guncangan yang Dirasakan

Kuatnya guncangan gempa, atau intensitasnya, beda-beda di tiap wilayah. BMKG mencatat, di Pamijahan, Bogor, guncangannya terasa sampai skala III MMI (Modified Mercalli Intensity). Kalau skala ini, getarannya terasa banget di dalam rumah, kayak ada truk lewat. Sementara itu, di Pelabuhanratu, Sukabumi, guncangannya terasa skala II MMI. Artinya, beberapa orang merasakan getaran dan benda-benda ringan yang digantung ikut bergoyang.

Perbedaan ini karena jarak dari pusat gempa (episentrum) dan kondisi tanah di tempat itu. Semakin dekat ke episentrum, makin kuat guncangannya. Selain itu, jenis tanah juga bisa bikin gelombang seismik jadi lebih kuat.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, juga berpesan supaya masyarakat tetap tenang tapi waspada. “Masyarakat diimbau untuk hindari bangunan yang rawan roboh dan selalu pantau informasi dari BMKG,” tegasnya. Dia juga menyarankan supaya jangan mudah percaya sama berita yang belum jelas kebenarannya.

Kalau lihat data-data sebelumnya, Sukabumi dan Bogor memang punya catatan gempa yang lumayan tinggi. Ini harus jadi perhatian serius buat pemerintah daerah dan masyarakat. Caranya, dengan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi gempa. Misalnya, bangun rumah yang tahan gempa dan edukasi masyarakat tentang apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi. Ini penting banget supaya risiko dan dampaknya bisa diminimalkan.

Sementara itu, BMKG terus memantau aktivitas gempa di Sukabumi dan Bogor. Informasi terbaru bisa dilihat di website dan media sosial resmi BMKG. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dari sumber yang terpercaya supaya bisa mengambil langkah yang tepat kalau gempa terjadi. Rencananya, BMKG mau menambah jumlah sensor seismik di wilayah rawan gempa supaya deteksi gempa bisa lebih akurat dan cepat. Dengan begitu, peringatan dini bisa lebih efektif disampaikan ke masyarakat. ***

About dion

Hands-on langsung. Nggak cukup liat brosur, gue harus nyoba sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *