Spekpintar – Penemuan ilmiah terbaru dari mumi Oetzi, Manusia Es berusia 5.300 tahun, telah mengejutkan dunia. Para peneliti berhasil menemukan ragi yang masih hidup di dalam ususnya. Ragi purba ini bahkan digunakan untuk membuat roti sourdough yang lezat.
Oetzi diketahui meninggal di Pegunungan Alpen akibat panah di punggungnya. Jasadnya terkubur di dalam es selama ribuan tahun. Pada tahun 1991, dua turis Jerman secara tidak sengaja menemukannya di wilayah Tyrol Selatan.
Sejak penemuan itu, jenazah Oetzi terawetkan dengan sangat baik. Mumi ini selalu disimpan pada suhu minus 6 derajat Celcius. Kondisi ini memungkinkan para ilmuwan melakukan studi mendalam.
Preservasi sempurna Oetzi memberikan gambaran langka tentang kehidupan manusia purba. Ini adalah jendela unik menuju peradaban kuno yang telah lama hilang. Setiap detail kecil dari mumi ini menyimpan informasi berharga.
Studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Microbiome pada 3 Juni mengungkap temuan menarik. Mikroorganisme kuno dan modern ternyata masih aktif dalam tubuh beku tersebut. Ini menunjukkan ketahanan luar biasa dari kehidupan mikroskopis.
Penulis utama studi, Mohamed Sarhan dari Institut Penelitian Eurac, mengungkapkan keheranannya. Ia tidak menyangka akan menemukan ragi di dalam usus Oetzi. Penemuan ini membuka dimensi baru dalam penelitian mikrobioma purba.
Ragi purba ini bukan sekadar penemuan akademis semata. Potensinya untuk aplikasi praktis sangatlah besar, seperti menciptakan roti sourdough dengan cita rasa sejarah. Ini adalah jembatan antara masa lalu dan kuliner modern.
Penemuan ini sekali lagi membuktikan bahwa masa lalu masih menyimpan banyak rahasia. Teknologi modern memungkinkan kita mengungkap misteri yang tak terbayangkan sebelumnya. Kisah Oetzi terus menginspirasi penelitian lintas disiplin.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spekpintar
spekpintar.com Spek Jelas, Pilihan Cerdas