Spekpintar – Telkom Indonesia berhasil menutup tahun buku 2025 dengan pencapaian finansial yang impresif. Perusahaan mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun, menunjukkan fondasi bisnis yang sangat kuat. Net income Telkom mencapai Rp17,8 triliun, membuktikan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai berkelanjutan.
Kinerja kuat ini didukung oleh EBITDA konsolidasi yang mencapai Rp72,2 triliun, dengan margin EBITDA yang solid di angka 49,2%. Angka normalized net income bahkan lebih tinggi, mencapai Rp22,7 triliun, mencerminkan efisiensi operasional yang optimal. Capaian ini menjadi bukti nyata kesuksesan agenda transformasi yang sedang dijalankan Telkom.
Respons positif pasar terhadap strategi Telkom terlihat jelas dari Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7% di sepanjang tahun 2025. Angka ini terdiri dari capital gain 28,4% dan dividend yield 7,3%, menunjukkan kepercayaan investor yang tinggi. Telkom juga konsisten mengembalikan nilai kepada pemegang saham melalui payout ratio 89% dan program share buyback Rp3 triliun.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa eksekusi strategi TLKM 30 menjadi fokus utama perseroan sejak 2025. Strategi ini dirancang untuk mengakselerasi visi Telkom sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global. Tujuannya adalah menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan perusahaan.
Salah satu pilar utama transformasi TLKM 30 adalah Operational & Service Excellence, yang berfokus pada penguatan tata kelola perusahaan. Pilar ini mendorong peningkatan disiplin organisasi, budaya kerja unggul, serta proses yang efisien. Semua upaya ini bertujuan untuk mendukung pengalaman pelanggan yang lebih baik secara berkelanjutan.
Pilar kedua adalah Streamlining, yaitu penataan portofolio non-core business agar Telkom dapat fokus pada bisnis inti. Implementasi strategi ini terlihat dari proses divestasi AdMedika dan TelkoMedika yang diharapkan tuntas pada paruh pertama 2026. Langkah ini akan meningkatkan kontribusi optimal dan efisiensi operasional perusahaan.
Pilar ketiga, Unlock Value, berfokus pada peningkatan nilai tambah melalui penguatan fondasi infrastruktur digital seperti konektivitas fiber. Inisiatif ini bertujuan memaksimalkan utilisasi aset dan Return on Assets (ROA) perusahaan. Pemisahan sebagian bisnis fiber ke InfraNexia pada Desember 2025 menjadi langkah strategis menuju strategic holding.
Transformasi ini merupakan bagian dari komitmen Telkom untuk memperkuat tata kelola dan disiplin operasional di tengah dinamika pasar. Meskipun ada tekanan makroekonomi, Telkom membuktikan kemampuannya untuk beradaptasi dan terus bertumbuh. Kinerja awal 2026 yang solid semakin menegaskan arah perusahaan yang tepat dan berkelanjutan.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spekpintar
spekpintar.com Spek Jelas, Pilihan Cerdas