Funtouch OS vs Origin OS, Apa Saja Sih Bedanya? Ternyata Oh Ternyata...
Funtouch OS vs Origin OS, Apa Saja Sih Bedanya? Ternyata Oh Ternyata...

Funtouch OS vs Origin OS, Apa Saja Sih Bedanya? Ternyata Oh Ternyata…

SpekPintar – Vivo punya dua jagoan sistem operasi nih, Funtouch OS dan Origin OS. Sekilas sama-sama Android, tapi kalau diperhatikan lebih dalam, bedanya lumayan terasa lho! Dari tampilan, fitur, sampai siapa target penggunanya, semua ada bedanya. Jadi, mana sih yang lebih oke buat kamu? Yuk, kita bedah habis-habisan!

Funtouch OS vs Origin OS: Apa Bedanya?

1. Soal Pasar dan Siapa Penggunanya

Perbedaan paling mendasar itu soal target pasarnya. Funtouch OS, si veteran andalan Vivo, itu OS global. Artinya, bisa kamu temukan di berbagai negara, dari Indonesia sampai Eropa. Karena jangkauannya luas, Funtouch OS ini pintar menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengguna di tiap wilayah. Aplikasi bawaan, layanan, semua dibuat relevan dengan selera lokal.

Nah, kalau Origin OS, awalnya memang dirancang khusus buat pasar Tiongkok. Jadi, fitur dan layanannya pun lebih fokus buat memenuhi kebutuhan pengguna di sana. Tapi, kabarnya Vivo lagi mempertimbangkan buat bawa Origin OS ke pasar global juga! Kalau beneran kejadian, kita di luar Tiongkok bisa nih ngerasain pengalaman antarmuka yang beda dari Funtouch OS.

“Ekspansi global Origin OS jadi salah satu prioritas kami dalam beberapa tahun ke depan. Kami pengen kasih pengalaman pengguna yang lebih personal dan intuitif buat semua pengguna Vivo, di mana pun mereka berada,” kata Li Tao, Head of Software Development Vivo, waktu konferensi pers di Shenzhen beberapa waktu lalu.

Menurut para analis, langkah ekspansi ini adalah strategi Vivo buat bersaing lebih ketat di pasar global. Dengan nawarin dua pilihan OS yang beda, Vivo berharap bisa menjangkau lebih banyak segmen pasar dan bikin pelanggannya makin setia.

2. Desain Antarmuka dan Tampilan Visual

Selain target pasar, desain antarmuka dan visual juga beda banget. Origin OS ini tampil dengan gaya minimalis dan modern. Animasi yang halus dan transisi yang mulus bikin tampilannya elegan dan responsif. Ciri khasnya adalah tata letak berbasis “atomic design”. Jadi, ikon dan widget di layar bisa berinteraksi secara dinamis, bikin tampilan visualnya lebih hidup. Kamu juga bisa atur ukuran dan posisi ikon sesuai selera, plus pilih efek animasi yang menarik.

Kalau Funtouch OS, tampilannya lebih tradisional dengan sentuhan khas Android. Walaupun nggak semodern Origin OS, Funtouch OS nawarin lebih banyak opsi kustomisasi. Kamu bisa pilih berbagai tema, gaya ikon, dan efek transisi buat bikin tampilan smartphone jadi lebih personal.

“Kami sadar kalau setiap pengguna punya selera visual yang beda. Funtouch OS dirancang fleksibel dan gampang disesuaikan, jadi pengguna bisa bikin tampilan yang sesuai sama gaya mereka,” jelas Angga Pratama, Product Manager Vivo Indonesia.

Tapi, ada juga yang bilang Funtouch OS ini cenderung lebih “ramai” dibanding Origin OS yang lebih ringkas dan bersih. Ikon yang lebih besar dan widget yang lebih banyak bisa bikin layar kelihatan penuh, apalagi buat kamu yang suka tampilan minimalis.

Berdasarkan riset pasar dari Counterpoint Research di kuartal IV 2024, 62% pengguna smartphone di Indonesia lebih suka tampilan antarmuka yang sederhana dan intuitif. Ini nunjukkin kalau Origin OS, dengan desain minimalisnya, punya potensi buat menarik minat banyak pengguna di Indonesia.

Sementara itu, 38% pengguna lainnya lebih menghargai opsi kustomisasi yang lebih banyak. Mereka cenderung pilih Funtouch OS karena bisa bikin tampilan smartphone jadi sesuai selera pribadi.

Dari sini kelihatan kan, nggak ada jawaban pasti soal mana OS yang lebih baik. Pilihan terbaik itu tergantung kebutuhan dan selera masing-masing. Kalau kamu suka tampilan minimalis dan elegan, Origin OS mungkin pilihan yang tepat. Tapi, kalau kamu lebih suka opsi kustomisasi dan tampilan yang lebih ramai, Funtouch OS mungkin lebih cocok buat kamu.

Tapi tenang, ada indikasi kalau ke depannya Vivo bakal menggabungkan elemen-elemen terbaik dari kedua OS ini jadi satu sistem operasi yang lebih unified dan optimal. Tujuannya, biar semua pengguna Vivo bisa dapat pengalaman yang lebih konsisten dan memuaskan. Proyek ini masih dalam tahap pengembangan, tapi detailnya bakal diumumin dalam waktu dekat kok. Vivo janji bakal terus berinovasi dan dengerin masukan dari pengguna buat kasih pengalaman smartphone terbaik. ***

About rafi

Ngulik smartphone tuh udah kayak ngopi tiap pagi. Android & iOS? Dua-duanya gua makan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *