Di Balik Upin Ipin, Kisah Kontroversi Game Durian Runtuh yang Bikin Heboh
Di Balik Upin Ipin, Kisah Kontroversi Game Durian Runtuh yang Bikin Heboh

Di Balik Upin Ipin, Kisah Kontroversi Game Durian Runtuh yang Bikin Heboh

SpekPintar – Di balik kelucuan Upin Ipin, terselip cerita kurang mengenakkan soal game terbarunya, “Upin & Ipin Universe”. Antusiasme yang tadinya membubung tinggi, kini berganti jadi tanda tanya besar, bahkan seruan boikot ramai di media sosial. Apa sebenarnya yang terjadi dengan game “Durian Runtuh” ini? Yuk, kita bedah sama-sama!

Kok Bisa Muncul Kontroversi Upin & Ipin Universe?

Semua bermula setelah tanggal rilis “Upin & Ipin Universe” diumumkan: 17 Juli 2025. Game yang seharusnya jadi ajang seru-seruan di dunia Kampung Durian Runtuh ini, malah menuai reaksi keras. Tagar kayak #BoikotLesCopaque dan #BoikotStreamlineMedia sempat nangkring di jajaran trending topic X. Wah, ada apa nih?

Kenapa Sampai Ada Seruan Boikot?

Ternyata, ada beberapa alasan yang bikin banyak orang kecewa. Yang paling utama sih soal harga, tapi kayaknya akarnya lebih dalam dari itu.

Mahalnya Kebangetan?

Harga “Upin & Ipin Universe” dipatok sekitar 177 Ringgit Malaysia, atau sekitar Rp 650.000. Buat sebagian besar penggemar, khususnya di Indonesia dan Malaysia, harga segitu terasa nggak masuk akal buat game yang basisnya animasi anak-anak.

Banyak yang merasa, dengan harga segitu, kualitas grafis, gameplay, dan kontennya harusnya jauh lebih oke. Bahkan, ada yang nyeletuk, harga segini mah bisa buat beli game AAA (Triple-A) yang pengalamannya lebih kompleks dan mendalam.

Rumor Nggak Enak di Dapur Streamline Studios

Situasi makin panas dengan isu internal yang menerpa Streamline Studios, pengembang yang bertanggung jawab atas teknis game ini. Kabarnya, berdasarkan laporan dari berbagai sumber, termasuk NmiaGaming, studio ini telat bayar gaji karyawan.

Nggak cuma itu, beberapa mantan karyawan yang kena PHK juga dikabarkan belum nerima hak-haknya. Informasi ini jelas bikin citra “Upin & Ipin Universe” makin buruk di mata publik.

“Kami kecewa banget,” curhat seorang netizen yang ngaku sebagai penggemar berat Upin & Ipin. “Seharusnya pengembang dihargai dengan layak, bukan malah ditelantarin.”

Siapa Saja yang Terlibat di Balik Game Ini?

Les Copaque kebagian urusan kreatif, termasuk cerita, karakter, dan suasana Kampung Durian Runtuh. Sementara Streamline Studios bertanggung jawab atas aspek teknis, mulai dari desain dunia game, grafis, sampai gameplay.

“Kami pengen kasih pengalaman bermain yang otentik buat penggemar Upin & Ipin,” kata perwakilan Les Copaque Production. “Kami kerja sama dengan Streamline Studios buat mewujudkan visi itu.”

Les Copaque Production: Dari Layar Kaca ke Dunia Game

Les Copaque Production berdiri tahun 2005 di Shah Alam, Selangor, Malaysia. Studio ini terkenal berkat serial animasi Upin & Ipin yang udah meraih banyak penghargaan dan ditayangin di lebih dari 100 negara.

Didirikan oleh Haji Burhanuddin Md Radzi dan Hajah Ainon Ariff, bareng tiga alumni Multimedia University (MMU), Les Copaque punya misi buat majuin industri animasi Malaysia dan buka pintu buat talenta lokal.

Nama “Les Copaque” sendiri diambil dari istilah Melayu “Last Kopek” (kesempatan terakhir), tapi diubah biar kedengeran kayak bahasa Perancis. Tujuannya biar kesannya unik dan ambisius.

Serial Upin & Ipin pertama kali nongol tahun 2007 sebagai serial pendek bertema Ramadan. Idenya tercetus dari Haji Burhanuddin buat ngetes minat masyarakat Malaysia terhadap animasi 3D lokal. Kedua karakter kembar ini dipilih karena desainnya sederhana dan gampang dianimasi.

Streamline Studios: Ahlinya Game yang Berpengalaman

Streamline Studios, yang merupakan bagian dari Streamline Media Group, udah malang melintang lebih dari dua dekade di industri game global. Mereka dikenal karena ikut ngerjain game-game keren kayak Street Fighter V, Final Fantasy XV, Marvel vs. Capcom: Infinite, Killer Instinct, dan Mortal Kombat.

Di proyek “Upin & Ipin Universe”, Streamline Studios jadi pengembang utama yang bertanggung jawab atas aspek teknis. Mereka pakai Unreal Engine 5 buat ngebangun Kampung Durian Runtuh jadi dunia digital yang imersif.

“Kami senang banget bisa kerja sama dengan Les Copaque di proyek ini,” ujar perwakilan Streamline Studios. “Kami harap bisa kasih pengalaman bermain yang menyenangkan dan berkesan buat para penggemar Upin & Ipin.”

Kolaborasi Kreatif dan Teknis

Kerja sama antara Les Copaque Production dan Streamline Studios di “Upin & Ipin Universe” ini seharusnya jadi simbiosis yang saling menguntungkan. Les Copaque nyediain fondasi kreatif berupa cerita, karakter, dan nuansa budaya. Sementara Streamline Studios ngegarap semua aspek teknis, mulai dari desain dunia game, grafis, sampai sistem interaksi.

Tapi, kontroversi yang lagi panas-panasnya ini jelas jadi tantangan besar buat kedua perusahaan. Mereka harus buru-buru cari solusi buat ngatasin masalah harga dan isu internal Streamline Studios biar kepercayaan publik bisa balik lagi.

“Kami lagi berupaya buat nyelesaiin semua masalah yang ada,” kata perwakilan Les Copaque Production. “Kami harap para penggemar tetap kasih dukungan ke kami.”

Masa depan “Upin & Ipin Universe” sekarang lagi di persimpangan jalan. Mampukah Les Copaque dan Streamline Studios ngadepin kontroversi ini dan ngasih game yang emang layak ditunggu? Waktu yang bakal jawab. ***

About dion

Hands-on langsung. Nggak cukup liat brosur, gue harus nyoba sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *