YouTube perketat aturan video pendek (Shorts)! Batas waktu tonton, algoritma rekomendasi lebih aman, gandeng ahli kesehatan. Tujuannya? Lindungi remaja! Cek aturan barunya.

YouTube Kini Punya Aturan Baru Soal Durasi Video Pendek, Ada Apa?

SpekPintar – YouTube lagi getol banget nih memperketat aturan, terutama buat video pendek alias Shorts, dan yang paling penting, melindungi para remaja yang aktif di platformnya. Tujuannya jelas, biar ekosistem digitalnya lebih aman dan mendukung kesehatan mental serta fisik generasi muda. Nah, apa aja sih aturan terbarunya?

Fokus Aturan Baru YouTube: Lebih Jaga Remaja!

Batas Waktu Nonton Shorts: Biar Nggak Kebablasan!

Salah satu yang utama dari pembaruan ini adalah perlindungan buat remaja. YouTube sadar banget pentingnya membatasi waktu yang dihabiskan remaja di platform, apalagi buat nonton Shorts yang bikin nagih. Makanya, sekarang ada fitur baru yang memungkinkan pengguna, termasuk remaja, buat nentuin sendiri batas waktu harian buat scrolling Shorts di HP.

Gampang banget kok ngaturnya! Tinggal masuk ke menu ‘Settings’ di aplikasi YouTube. Begitu batas waktu yang kamu tentuin udah tercapai, kamu bakal dapet notifikasi yang ngasih tau kalau feed Shorts udah distop sementara buat hari itu. Jadi, kamu lebih sadar dan punya kontrol penuh atas waktu yang kamu habisin di YouTube.

“Kami terus berupaya memberikan lebih banyak cara bagi pengguna untuk mengatur waktu menonton mereka di YouTube dan menyesuaikan pengalaman menonton sesuai kebutuhan,” kata salah satu perwakilan YouTube.

Algoritma yang Lebih Pintar: Rekomendasi Konten Aman

Selain batasin waktu, YouTube juga meningkatkan keamanan algoritmanya biar rekomendasi konten ke remaja lebih aman. Tujuannya biar nggak ada konten yang bikin penggunanya ketagihan dan nonton terus-terusan. Algoritma yang baru ini bakal mengurangi frekuensi munculnya konten yang, meski aman kalau ditonton sekali, bisa jadi masalah kalau keseringan.

Maksudnya gini, ada beberapa video yang emang seru banget, tapi isinya nggak terlalu penting. Nah, video kayak gini bisa bikin kita terus nonton tanpa henti. Dengan membatasi rekomendasi konten yang kayak gitu, YouTube berharap bisa membantu remaja buat punya kebiasaan nonton yang lebih sehat dan seimbang.

Gandeng Ahli Kesehatan: Biar Aturannya Tepat Sasaran

YouTube juga nggak main-main nih! Mereka menggandeng para ahli dan otoritas kesehatan buat mastiin kalau kebijakan dan fitur barunya bener-bener berdasarkan bukti ilmiah dan praktik terbaik. Soalnya, penting banget kan, biar upaya perlindungan remaja ini efektif dan relevan sama kebutuhan serta tantangan yang dihadapi anak muda di dunia digital sekarang ini.

“YouTube berkomitmen untuk terus menjadi mitra bagi keluarga, tenaga kesehatan, hingga pemerintah dalam upaya membangun generasi digital yang lebih sehat dan tangguh,” begitu bunyi pernyataan resmi dari YouTube.

Fitur Baru YouTube: Apa Aja yang Berubah?

Atur Sendiri Waktu Nonton Shorts: Sesuaikan dengan Kebutuhanmu!

Fitur pengaturan waktu di Shorts ini emang jadi andalan di pembaruan kali ini. Kamu bisa dengan mudah nemuin pengaturan ini di menu ‘Settings’ aplikasi YouTube. Di situ, kamu bisa nentuin batas waktu harian buat nonton Shorts.

Begitu waktunya abis, kamu bakal langsung dapet notifikasi. Notifikasi ini jadi pengingat biar kamu berhenti nonton dan ngelakuin kegiatan lain. Fitur ini dibuat buat ngebantu kamu mengembangkan kebiasaan nonton yang lebih terkontrol dan seimbang.

Kontrol Orang Tua Lebih Luas: Pantau Anak Lebih Mudah!

YouTube juga berencana buat memperluas kontrol orang tua, termasuk buat batas waktu Shorts. Jadi, orang tua yang pakai akun yang diawasi (supervised accounts) bisa nentuin batas waktu yang nggak bisa diubah sama anak-anak mereka.

Ini penting banget biar orang tua punya alat yang lebih efektif buat melindungi anak-anak mereka di dunia digital. Dengan nentuin batas waktu yang nggak bisa diutak-atik, orang tua bisa mastiin kalau anak-anaknya nggak keseringan nonton Shorts. Kabarnya, fitur ini bakal dirilis akhir tahun ini.

Sistem Rekomendasi: Lebih Hati-Hati!

Batasi Konten yang Berpotensi Bikin Masalah: Jaga Kesehatan Mental!

YouTube juga ngasih perlindungan ekstra buat remaja dengan membatasi rekomendasi konten yang mungkin aman kalau ditonton sekali, tapi bisa jadi masalah kalau ditonton berulang-ulang. Algoritma YouTube bakal kerja lebih keras buat nggak ngerekomendasiin video yang bisa bikin cemas, depresi, atau masalah kesehatan mental lainnya kalau ditonton berlebihan.

Soalnya, ada beberapa jenis konten, kayak video tentang perbandingan sosial atau citra tubuh yang nggak realistis, bisa berdampak negatif buat kesehatan mental remaja kalau keseringan ditonton. Dengan membatasi rekomendasi konten semacam itu, YouTube berharap bisa ngebantu remaja buat punya pandangan yang lebih sehat dan positif tentang diri mereka sendiri dan dunia di sekitarnya.

Kategori Konten yang Dilindungi: Makin Banyak!

Awalnya, perlindungan ini cuma mencakup tiga kategori konten. Tapi, setelah dievaluasi terus-menerus dan dikonsultasiin sama Youth and Families Advisory Committee, diperluas jadi enam kategori konten. Sekarang termasuk konten tentang perbandingan fisik, agresi sosial, serta saran keuangan yang buruk dan nggak realistis.

Penambahan kategori konten yang dilindungi ini nunjukkin komitmen YouTube buat terus ningkatin keamanan dan kesejahteraan penggunanya yang remaja. Dengan terus mantau dan ngevaluasi dampak berbagai jenis konten, YouTube bisa proaktif ngidentifikasi dan ngatasi potensi risiko buat remaja.

Komitmen YouTube: Demi Generasi Muda yang Sehat!

Dengan semua pembaruan dan fitur baru ini, YouTube menegaskan komitmennya buat melindungi dan mendukung kesehatan mental serta fisik seluruh penggunanya yang remaja. Strategi YouTube ini dibangun di atas dua pilar utama, yaitu desain produk yang aman secara otomatis (Safer by Default) dan kemitraan strategis dengan otoritas kesehatan lokal yang terpercaya.

“Kami juga mengurangi frekuensi munculnya konten seperti ini bagi remaja di seluruh dunia untuk mencegah kebiasaan menonton berulang yang berlebihan,” tulis YouTube dalam keterangan resminya. Diharapkan langkah ini bisa nyiptain lingkungan digital yang lebih sehat dan positif buat generasi muda, serta ngebantu mereka memanfaatkan platform ini secara bertanggung jawab dan produktif. YouTube berencana terus ngelakuin evaluasi dan penyesuaian terhadap kebijakannya buat mastiin kalau platformnya tetap jadi tempat yang aman dan bermanfaat buat semua penggunanya. ***

About dion

Hands-on langsung. Nggak cukup liat brosur, gue harus nyoba sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *