SpekPintar – Kominfo, Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengambil langkah mengejutkan dengan membekukan izin operasional TikTok di Indonesia. Kenapa? Rupanya, TikTok dinilai belum “sreg” soal data pengguna, terutama terkait demonstrasi baru-baru ini dan isu gift yang diduga menjurus ke judi online. Meski begitu, jangan panik! Kamu masih bisa scroll TikTok-mu seperti biasa. Tapi, di balik layar, Kominfo dan TikTok lagi intens banget nih, cari jalan tengah terbaik.
Kenapa Izin TikTok Dibekukan?
Dua alasan utama bikin Kominfo gerah dan akhirnya membekukan izin TikTok. Dua-duanya penting banget buat jagain ruang digital kita tetap aman dan tertib.
Soal Data yang Bikin Risi
Salah satu yang bikin Kominfo meradang adalah soal data. TikTok dianggap kurang “gercep” dalam kasih data soal aktivitas live streaming selama demo tanggal 25-30 Agustus 2025 lalu. Data ini penting banget buat dianalisis, biar kita tahu ada potensi penyebaran info hoax atau provokasi yang bisa bikin rusuh atau ganggu keamanan atau enggak.
“Ini bentuk ketegasan Pemerintah setelah TikTok kasih data sepotong-sepotong aja soal aktivitas TikTok Live pas unjuk rasa 25–30 Agustus 2025,” kata sumber internal Kominfo yang enggan disebut namanya. Wah, berarti serius nih masalahnya.
Dugaan Judi Online Berkedok Gift?
Selain soal data demo, Kominfo juga curiga soal gift. Mereka menduga ada praktik “nakal” di mana gift dipakai buat monetisasi aktivitas judi online di TikTok. Jadi, ada oknum yang manfaatin live streaming buat promosi atau ikut judi, terus dapat untung dari gift yang dikasih penonton.
“Kami menduga ada monetisasi aktivitas live dari akun yang terindikasi aktivitas judi online,” lanjut sumber tadi. Kominfo sudah minta data lengkap soal trafik, aktivitas siaran langsung, sampai data monetisasi (termasuk jumlah dan nilai gift), tapi kayaknya belum dikasih semua nih.
Terus, TikTok Sekarang Gimana?
Walau izinnya dibekukan, jutaan pengguna di Indonesia masih bisa asyik main TikTok. Nah, ini yang bikin banyak orang bertanya-tanya: “Pembekuan izin” itu maksudnya apa sih? Dampaknya ke kita sebagai pengguna gimana?
TikTok Masih Bisa Dipakai?
Dirjen Pengawasan Ruang Digital Kominfo, Alexander Sabar, ngejelasin kalau pembekuan izin ini adalah langkah administratif pemerintah buat ngawasin penyelenggara sistem elektronik (PSE). Jadi, beda sama pemutusan akses atau blokir aplikasi.
“Pembekuan TDPSE itu langkah administratif dalam pengawasan, beda sama pemutusan akses aplikasi. Selama dibekukan, layanan TikTok masih bisa dipakai masyarakat, walau secara hukum statusnya non-aktif sebagai PSE terdaftar,” jelas Alexander.
Teguran Administratif Buat TikTok
Gampangnya, pembekuan izin ini kayak “kartu kuning” buat TikTok. Mereka ditegur karena belum penuhi kewajiban yang ditetapkan pemerintah. Nah, ini kesempatan buat TikTok buat benerin diri dan memenuhi persyaratan yang diminta. Sambil nunggu, kita masih bisa kok main TikTok.
Kata TikTok Soal Pembekuan Ini?
Pihak TikTok bilang mereka bakal kerja sama dengan pemerintah dan patuh sama aturan di Indonesia. Tapi, di sisi lain, TikTok juga punya kebijakan internal sendiri soal cara menangani dan ngasih data pengguna.
Nggak Mau Kasih Data Lengkap?
Sumber internal Kominfo bilang, TikTok nolak kasih data lengkap yang diminta pemerintah dengan alasan kebijakan internal. Nah, ini yang jadi salah satu pemicu pembekuan izin, karena Kominfo ngerasa TikTok nggak transparan dan nggak kooperatif.
Janji Patuh Hukum dan Jaga Privasi
Meski begitu, TikTok tetep janji bakal patuh sama hukum dan jaga privasi pengguna di Indonesia. Dalam pernyataan resminya, TikTok bilang mereka menghormati aturan yang berlaku dan siap kerja sama dengan pemerintah buat nyelesaiin masalah ini.
“Kami berkomitmen untuk mematuhi hukum dan menjaga privasi pengguna di Indonesia. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk mencari solusi yang terbaik,” begitu bunyi pernyataan resmi TikTok.
TikTok Lagi Usaha Apa Biar Izinnya Balik?
Sekarang, TikTok lagi berusaha keras buat balikin izin operasionalnya di Indonesia. Caranya? Koordinasi intensif sama Kominfo dan berusaha penuhi kewajiban yang belum kelar.
Intens Koordinasi Sama Kominfo
Pihak TikTok udah komunikasi dan koordinasi sama Kominfo buat nyari solusi yang pas buat penuhi kewajiban data. TikTok juga janji bakal lebih transparan dan kooperatif dalam kasih info yang dibutuhkan pemerintah buat pengawasan.
Kalau Kewajiban Dipenuhi, Izin Bisa Balik?
Alexander Sabar bilang, pembekuan izin TikTok bisa dicabut kalau mereka udah penuhi semua syarat dan kewajiban yang ditetapkan Kominfo. “TikTok telah melakukan komunikasi dan koordinasi untuk memberikan solusi konstruktif atas pemenuhan kewajiban. Jika kewajiban ini dipenuhi, status pembekuan dapat segera dipulihkan,” katanya.
Dasar Hukumnya Apa Sih?
Pembekuan izin TikTok ini ada dasar hukumnya, yaitu Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat.
Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika
Pasal 21 ayat (1) peraturan itu nyebutin kalau PSE Lingkup Privat wajib ngasih akses ke Sistem Elektronik dan/atau Data Elektronik ke Kementerian atau Lembaga buat pengawasan sesuai aturan perundang-undangan. Nah, karena TikTok dianggap belum penuhi kewajiban ini, Kominfo berhak membekukan izin operasional mereka sebagai langkah penegakan hukum.
Ke depannya, kita tunggu aja gimana TikTok nunjukkin komitmennya buat jagain ruang digital yang sehat dan aman di Indonesia, serta jamin perlindungan data dan privasi penggunanya. Kalau TikTok bisa penuhi semua syarat dan kewajiban yang ditetapkan pemerintah, bukan nggak mungkin izin operasionalnya bakal balik dan mereka bisa beroperasi normal lagi di Indonesia. Tapi, kalau tetep bandel, bukan nggak mungkin Kominfo bakal ambil tindakan yang lebih tegas, termasuk blokir aplikasi secara permanen. ***
spekpintar.com Spek Jelas, Pilihan Cerdas