Sinyal radio misterius dari Komet 3I/ATLAS ternyata bukan dari alien! Penelitian mengungkap sinyal itu akibat interaksi alami komet dengan Matahari. Simak selengkapnya!

Sinyal Radio Misterius dari Komet 3I/ATLAS, Bukan dari Luar Angkasa?

SpekPintar – Misteri sinyal radio yang datang dari komet antar bintang bernama 3I/ATLAS sempat bikin heboh para ilmuwan dan penggemar astronomi. Bayangan tentang pesawat alien atau tanda kehidupan di luar Bumi langsung muncul. Tapi, jangan terlalu cepat percaya, ya! Penelitian terbaru justru mengungkap fakta yang lebih sederhana: sinyal itu ternyata cuma efek samping alami saat komet ini berinteraksi dengan “matahari” kita.

Dari Mana Asal Teori Sinyal Alien?

Ceritanya bermula sekitar Oktober 2025. Teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan berhasil menangkap sinyal aneh dari Komet 3I/ATLAS. Sinyal ini muncul pas komet itu lagi dekat-dekatnya sama Matahari. Wah, langsung deh imajinasi liar bermunculan tentang pesan rahasia dari makhluk cerdas di planet lain. Apalagi, sebelumnya objek antar bintang kayak ‘Oumuamua juga sempat memicu perdebatan serupa. Sinyal radio ini kayak bensin yang menyulut api teori konspirasi.

Komet 3I/ATLAS: Si Objek Antar Bintang yang Bikin Penasaran

Komet 3I/ATLAS ini bukan komet biasa. Dia adalah objek antar bintang ketiga yang pernah mampir ke tata surya kita. Pertama kali ditemukan Juli 2025, komet ini ngebut banget, sekitar 210.000 kilometer per jam! Ilmuwan memperkirakan umurnya miliaran tahun dan asalnya dari sistem bintang lain di pinggiran Galaksi Bima Sakti. Kayaknya sih, dia terlempar dari rumahnya gara-gara gangguan gravitasi jutaan tahun lalu. Karena keunikannya inilah, 3I/ATLAS jadi objek studi yang menarik sekaligus memicu kontroversi.

Penjelasan Ilmiah di Balik Sinyal Radio

Radikal Hidroksil (OH): Biang Keladi Sinyal Radio

Setelah dianalisis lebih dalam, para peneliti sepakat: sinyal radio itu berasal dari radikal hidroksil (OH) yang ada di sekitar komet. Radikal hidroksil itu molekul yang terbentuk waktu molekul air (H2O) pecah kena radiasi ultraviolet (UV) dari Matahari. Proses ini namanya outgassing, dan sering banget terjadi pada komet pas lagi dekat Matahari. “Ini mah proses alami yang sering kita lihat di komet aktif,” kata Dr. Arisandi, peneliti astronomi dari Institut Teknologi Bandung. “Pas komet mendekat Matahari, es di permukaannya menguap dan melepas gas serta debu, termasuk air yang lalu pecah jadi radikal hidroksil.”

NASA Sempat Lihat Air Menyembur dari Komet

Sebelumnya, di awal Oktober 2025, ilmuwan NASA juga sempat melihat air menyembur dari Komet 3I/ATLAS. Semburannya kayak “selang air bertekanan tinggi,” kata mereka. Ini makin memperkuat dugaan kalau komet ini emang aktif melepas air pas dekat Matahari. Air yang menyembur ini lalu pecah jadi gas dan memancarkan sinyal radio yang ditangkap teleskop MeerKAT.

Reaksi Avi Loeb dan Kontroversi yang Belum Usai

Walau penjelasan ilmiah tentang asal usul sinyal radio udah cukup kuat, perdebatan soal Komet 3I/ATLAS belum sepenuhnya reda. Avi Loeb, astrofisikawan Harvard yang terkenal dengan pandangan kontroversialnya soal objek antar bintang, mengakui keberadaan radikal hidroksil itu di blog pribadinya. Tapi, dia nggak bilang secara tegas kalau temuan ini membuktikan aktivitas alami komet. Sikap ini bikin para pengikutnya terus berdebat dan berspekulasi tentang kemungkinan penjelasan lain. “Walau ada bukti kuat tentang aktivitas alami, kita nggak boleh menutup mata pada kemungkinan lain,” tulis Loeb di blognya.

Keanehan Komet 3I/ATLAS dan Penjelasan Masuk Akal

Komet 3I/ATLAS emang punya beberapa keanehan yang sempat memicu teori konspirasi. Permukaannya kena radiasi terus-terusan, kandungan karbon dioksidanya tinggi, dan punya anti-tail (ekor yang kayaknya mengarah berlawanan dengan arah sebenarnya). Tapi, ilmuwan udah punya penjelasan ilmiah buat semua itu. Paparan radiasi yang tinggi ya karena kometnya udah tua banget dan sering kena radiasi dari bintang lain. Kandungan karbon dioksida yang tinggi juga biasa ditemukan di komet. Sementara itu, anti-tail itu cuma fenomena optik yang terjadi karena interaksi antara debu komet dengan radiasi Matahari.

Rumor Soal “Probe” dan Ledakan Komet: Hoax!

Spekulasi liar tentang Komet 3I/ATLAS juga termasuk rumor soal pengiriman “probe” alias alat pengintai ke Bumi. Rumor ini muncul setelah astronom menemukan objek baru bernama C/2025 V1 (Borisov) yang lewat dekat Bumi pada 11 November 2025. Tapi, para peneliti dengan tegas membantah klaim itu dan memastikan kalau objek itu cuma komet biasa dari tata surya kita sendiri. Selain itu, ada juga kabar burung yang bilang 3I/ATLAS mungkin udah meledak karena kehilangan banyak massa. Tapi, pengamatan terbaru menunjukkan kalau komet itu masih utuh dan terus jalan keluar dari tata surya tanpa tanda-tanda kehancuran.

Kesimpulan: Sinyal Radio Bukti Komet Beraktivitas Alami

Intinya, semua bukti yang ada menunjukkan kalau sinyal radio dari Komet 3I/ATLAS adalah hasil proses alami pas komet itu berinteraksi dengan radiasi Matahari. Penemuan ini kasih kita wawasan baru tentang aktivitas komet antar bintang dan bantu kita memahami komposisi serta evolusi objek-objek langit itu. “Penelitian ini mengonfirmasi kalau sinyal radio itu bukan dari teknologi alien,” kata Dr. Sandi, peneliti lain yang terlibat dalam studi tersebut. “Ini langkah penting dalam memahami fenomena alam di alam semesta.” Temuan ini juga ngingetin kita kalau nggak semua fenomena misterius di luar angkasa harus dikaitkan dengan alien. Seringkali, penjelasan yang paling sederhana itu yang paling benar. ***

About dion

Hands-on langsung. Nggak cukup liat brosur, gue harus nyoba sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *