Siapa Saja yang Berburu 'Internet Murah' di Lelang Frekuensi 1.4 GHz? Ada Nama Adik Prabowo!
Siapa Saja yang Berburu 'Internet Murah' di Lelang Frekuensi 1.4 GHz? Ada Nama Adik Prabowo!

Siapa Saja yang Berburu ‘Internet Murah’ di Lelang Frekuensi 1.4 GHz? Ada Nama Adik Prabowo!

SpekPintar – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kominfo) baru saja mengumumkan babak selanjutnya dalam perebutan frekuensi 1.4 GHz. Ini penting banget, soalnya frekuensi ini diharapkan jadi kunci buat mewujudkan internet murah yang bisa dinikmati semua orang di seluruh pelosok Indonesia. Awalnya ada tujuh perusahaan yang tertarik, tapi sekarang tinggal tiga “jagoan” yang bakal bersaing ketat. Nah, salah satu perusahaan yang masih bertahan ini nih yang bikin banyak orang penasaran, soalnya ada kaitannya sama Hashim Djojohadikusumo, adiknya Pak Presiden Prabowo Subianto.

Siapa Saja yang Ikut Lelang Frekuensi 1.4 GHz?

Lelang frekuensi 1.4 GHz ini memang jadi perbincangan hangat. Bayangin aja, ini bisa jadi jalan buat memperluas akses internet yang terjangkau, terutama buat daerah-daerah yang selama ini susah sinyal. Pemerintah berharap, dengan frekuensi tambahan ini, masyarakat di daerah terpencil juga bisa ngerasain koneksi internet yang lebih oke dan stabil.

Tiga Perusahaan yang Lolos Seleksi, Siapa Mereka?

Setelah dievaluasi dengan ketat, Kominfo akhirnya mengumumkan tiga perusahaan yang berhasil lolos ke tahap selanjutnya, yaitu lelang harga. Mereka adalah PT Eka Mas Republik, PT Telemedia Komunikasi Pratama, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Kenalan Lebih Dekat dengan Para Peserta Lelang

Masing-masing perusahaan ini punya latar belakang dan kelebihan masing-masing. Kehadiran mereka di lelang ini nunjukkin keseriusan mereka buat berinvestasi di infrastruktur telekomunikasi Indonesia.

PT Eka Mas Republik

PT Eka Mas Republik ini bagian dari grup Sinar Mas, salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia. Lewat merek MyRepublic, mereka udah lama main di bisnis internet fiber optik. Ikut lelang ini kayaknya jadi bukti ambisi mereka buat memperluas jangkauan layanan, termasuk ke daerah-daerah yang belum kebagian fiber optik.

PT Telemedia Komunikasi Pratama

Nah, kalau PT Telemedia Komunikasi Pratama ini adalah anak usaha dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge. Yang bikin heboh, Surge ini punya Hashim Djojohadikusumo, adiknya Presiden Prabowo Subianto. Otomatis, muncul deh spekulasi soal potensi pengaruh politik dalam lelang ini. Tapi, Kominfo udah jamin kok, prosesnya bakal transparan dan profesional.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Sebagai BUMN di sektor telekomunikasi, Telkom ini punya sumber daya dan infrastruktur yang paling lengkap dibanding peserta lain. Dengan merek-merek terkenal kayak Telkomsel dan Indihome, Telkom punya jangkauan layanan yang luas dan pelanggan bejibun. Ikut lelang ini jelas nunjukkin komitmen mereka buat tetap jadi yang terdepan dan terus berinovasi di dunia telekomunikasi.

Lelang Harga, Apa Selanjutnya?

Sesuai pengumuman resmi dari Kominfo, tahap selanjutnya adalah Lelang Harga. Rencananya, dimulai Senin, 13 Oktober 2025. Di sini, ketiga perusahaan bakal bersaing secara terbuka buat dapetin hak penggunaan frekuensi 1.4 GHz. Siapa yang nawar paling tinggi, dialah pemenangnya!

“Sesuai ketentuan dalam Dokumen Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz untuk Layanan Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access) Tahun 2025, maka berdasarkan hasil Evaluasi Administrasi, proses Seleksi dilanjutkan ke tahapan Lelang Harga,” begitu bunyi pengumuman resmi dari Kominfo yang dirilis 1 Oktober 2025 lalu.

Kenapa Ada yang Mundur dari Lelang?

Awalnya, ada tujuh perusahaan yang ikut seleksi. Tapi, beberapa memutuskan buat mundur. PT Indosat Tbk dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk adalah dua di antaranya. Alasannya beda-beda, ada yang karena pertimbangan strategi bisnis, ada juga yang karena evaluasi internal soal kelayakan investasi.

Total tujuh perusahaan yang awalnya ikut lelang frekuensi ini adalah:

* PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
* PT XLSMART Telecom Sejahtera
* PT Indosat Tbk
* PT Telemedia Komunikasi Pratama
* PT Netciti Persada
* PT Telekomunikasi Selular
* PT Eka Mas Republik

Kenapa Frekuensi 1.4 GHz Penting Buat Internet Murah?

Lelang frekuensi 1.4 GHz ini adalah bagian dari upaya pemerintah buat mewujudkan internet murah dan merata di seluruh Indonesia. Frekuensi ini dianggap strategis buat memperluas jangkauan layanan akses nirkabel pita lebar (Broadband Wireless Access atau BWA), terutama di daerah-daerah yang susah dijangkau kabel.

Apa Tujuan Sebenarnya dari Lelang Frekuensi Ini?

Tujuan utamanya jelas, buat meningkatkan ketersediaan dan kualitas internet di Indonesia. Dengan frekuensi tambahan, diharapkan para operator bisa meningkatkan kapasitas dan jangkauan layanan mereka. Ujung-ujungnya, persaingan di pasar telekomunikasi bakal makin sehat, dan masyarakat bisa menikmati internet yang lebih terjangkau dan berkualitas.

Kata Kominfo Soal Lelang Ini

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kominfo, Wayan Toni Supriyanto, bilang kalau lelang frekuensi ini adalah langkah penting buat memenuhi kebutuhan konektivitas yang makin meningkat di Indonesia. “Langkah ini tidak hanya membuka ruang bagi penyelenggara jaringan untuk meningkatkan kapasitas dan cakupan layanan, tetapi juga memperluas pilihan akses internet yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan 28 Juli 2025 lalu.

Wayan juga menambahkan, Kominfo berkomitmen buat terus mendorong pengembangan infrastruktur digital di Indonesia demi mendukung transformasi digital di berbagai sektor. Lelang frekuensi 1.4 GHz diharapkan jadi salah satu pendorong utama buat mewujudkan visi tersebut. Hasil dari lelang ini bakal nentuin peta persaingan di industri telekomunikasi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, serta dampaknya buat ketersediaan dan keterjangkauan internet bagi kita semua. ***

About rafi

Ngulik smartphone tuh udah kayak ngopi tiap pagi. Android & iOS? Dua-duanya gua makan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *