SpekPintar – Siapa bilang jagoan cuma ada di film atau komik? Coba tengok dunia hewan, isinya penuh kejutan dengan kemampuan super yang bikin geleng-geleng kepala. Bayangkan, evolusi jutaan tahun menempa mereka jadi spesies dengan indra dan trik bertahan hidup yang jauh melampaui batas kemampuan kita, para manusia.
7 Hewan dengan Kemampuan Super Ajaib
1. Platypus: Punya Radar Bawah Air Pribadi!
Platypus, si mamalia nyentrik dari Australia yang gayanya bebek tapi kok bertelur, ternyata punya kartu AS tersembunyi. Dia jagoan berburu di air keruh atau minim cahaya berkat kemampuannya mendeteksi medan listrik dari makhluk hidup lain. Kerennya, kemampuan ini namanya elektroresepsi.
Rahasia Elektroresepsi Platypus
Paruh platypus dipenuhi ribuan reseptor super peka yang bisa menangkap sinyal listrik lemah. Sinyal ini asalnya dari kontraksi otot mangsanya, seperti udang air tawar, serangga, dan larva. Meski sinyalnya kecil banget, cukup buat platypus memetakan keberadaan mangsa di sekitarnya. Kebayang gak, bisa nemuin mangsa padahal gak keliatan atau kedengeran apa-apa karena airnya butek!
“Elektroresepsi ini kayak cheat buat platypus berburu di lingkungan yang susah,” kata Dr. Emily Carter, ahli biologi dari Universitas Sydney. “Kemampuan ini vital banget buat kelangsungan hidup mereka.”
Dengan “radar hidup” ini, platypus bisa nemuin mangsa dari jarak beberapa sentimeter, bahkan kalau si mangsa ngumpet di lumpur atau pasir. Praktis banget, kan? Apalagi seringnya mereka berburu di perairan yang gak jernih dan jarak pandangnya terbatas.
2. Kelelawar: Jagoan Navigasi Malam Tanpa GPS!
Kelelawar, satu-satunya mamalia yang bisa terbang, memang jagoan malam sejati. Kemampuan terbangnya yang luar biasa didukung sama sistem navigasi super canggih bernama ekolokasi.
Ekolokasi Kelelawar Itu Apaan, Sih?
Ekolokasi itu sederhananya kemampuan “melihat” pakai suara. Kelelawar ngeluarin suara frekuensi tinggi dari mulut atau hidungnya, terus dengerin pantulan (gema) dari suara itu. Nah, dari gema ini, kelelawar bisa tahu ukuran, bentuk, jarak, dan tekstur benda-benda di sekitarnya. Gokil!
“Ekolokasi itu indra keenamnya kelelawar,” jelas Profesor David Williams, pakar kelelawar dari Universitas Nasional Singapura. “Kemampuan ini bikin mereka bisa berburu serangga kecil di udara dengan presisi tinggi, padahal gelap gulita.”
Kemampuan ekolokasi kelelawar beda-beda tiap spesies. Ada yang pakai frekuensi tinggi buat nyari serangga kecil, ada yang pakai frekuensi rendah buat terbang di hutan lebat. Bahkan, ada yang bisa deteksi getaran di air buat nangkap ikan!
Lebih dari 1.400 spesies kelelawar pakai ekolokasi, jadi salah satu adaptasi paling sukses di dunia mamalia. Ekolokasi memungkinkan kelelawar berperan penting sebagai pengendali populasi serangga dan penyerbuk tanaman.
3. Ular: Punya Penglihatan Termal Bawaan!
Beberapa jenis ular, kayak ular derik, ular piton, dan ular boa, punya kemampuan unik buat mendeteksi radiasi inframerah alias panas. Ini bikin mereka bisa “melihat” mangsa berdarah panas dalam kegelapan total.
Rahasia Indra Inframerah Ular
Ular-ular ini punya organ khusus namanya lubang sensor panas (pit organ) di antara mata dan lubang hidungnya. Di dalam organ ini ada membran yang super sensitif sama perubahan suhu. Kalau ada mangsa berdarah panas di dekatnya, radiasi inframerah yang dipancarkannya bakal manasin membran ini, terus ngirim sinyal ke otak ular.
“Indra inframerah ular bikin mereka jadi predator yang efektif banget, apalagi di malam hari,” jelas Dr. Lisa Anderson, ahli herpetologi dari Universitas California, Berkeley. “Mereka bisa deteksi mangsa dari jarak jauh, bahkan kalau si mangsa ngumpet di balik daun atau di bawah tanah.”
Dengan “penglihatan termal” ini, ular bisa buru mangsa kayak tikus, burung, dan hewan kecil lainnya di kondisi minim cahaya. Kemampuan ini penting banget buat kelangsungan hidup mereka, apalagi di lingkungan yang mangsanya susah dicari atau banyak predator lain.
4. Gurita: Bisa Ngintip Cahaya Tersembunyi!
Gurita terkenal cerdas dan jago kamuflase. Tapi, tahu gak sih, gurita juga punya kemampuan unik buat ngeliat cahaya terpolarisasi, sesuatu yang gak bisa dilakuin manusia?
Cahaya terpolarisasi itu cahaya yang gelombangnya getar dalam satu arah. Cahaya ini asalnya dari pantulan cahaya dari permukaan tertentu, kayak air atau sisik ikan. Gurita punya reseptor khusus di matanya yang bikin mereka bisa deteksi cahaya terpolarisasi, jadi untung pas berburu dan berkomunikasi.
“Kemampuan ngeliat cahaya terpolarisasi bikin gurita bisa deteksi mangsa yang susah dilihat dengan mata biasa,” kata Dr. Ken Suzuki, ahli biologi kelautan dari Universitas Tokyo. “Ini juga bisa bantu mereka berkomunikasi, karena beberapa spesies gurita bisa ngubah polarisasi kulit mereka buat ngirim sinyal.”
Selain itu, penelitian baru nunjukkin kemampuan ngeliat cahaya terpolarisasi pada gurita penting buat navigasi. Gurita bisa pakai pola polarisasi cahaya di langit buat nentuin arah dan lokasi, apalagi di lingkungan laut yang kompleks. ***
spekpintar.com Spek Jelas, Pilihan Cerdas