MAXStream Studios Bikin Bangga Indonesia di JAFF 2025, Ada Apa?
MAXStream Studios Bikin Bangga Indonesia di JAFF 2025, Ada Apa?

MAXStream Studios Bikin Bangga Indonesia di JAFF 2025, Ada Apa?

SpekPintar – Telkomsel, melalui MAXStream Studios, sekali lagi menunjukkan dukungannya untuk film Indonesia. Kali ini, tiga film pendek pilihan mereka akan unjuk gigi di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025. Ini adalah bukti bahwa teknologi digital bisa menjadi wadah keren buat para sineas lokal untuk berkreasi sekaligus melestarikan budaya Indonesia.

MAXStream Studios dan Semangat ‘Secinta Itu Sama Indonesia’ (SISI)

MAXStream Studios, yang bertugas memproduksi konten orisinal Telkomsel, punya program bernama ‘Secinta Itu Sama Indonesia’ (SISI). Ini adalah kelanjutan dari ‘Secinta Itu Sama Sinema’ (SISS) yang sebelumnya sukses besar. Nah, SISI tahun ini fokus pada tema cinta Indonesia, mengajak para pembuat film muda untuk menuangkan ide-ide segar dan inovatif.

“Sebagai rumah produksi konten orisinal, MAXStream Studios ingin menjadi tempat yang terbuka bagi para sineas muda untuk berekspresi dan menunjukkan kecintaan mereka pada Indonesia,” kata Anto M. C. Sihombing, General Manager Digital Content Creation and Community Telkomsel, saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (20/11/2025). Dia juga bilang, kesuksesan program serupa di tahun lalu membuktikan bahwa talenta Indonesia punya potensi untuk bersinar di panggung dunia. “Kami akan terus mendukung karya-karya yang mencerminkan kekayaan budaya, keberagaman, dan semangat kreatif anak bangsa,” tambahnya.

Program SISI 2025 ini ternyata menarik perhatian banyak sineas muda, terbukti dengan ratusan proposal film yang masuk dari Agustus sampai September. Setelah proses seleksi yang ketat, terpilihlah tiga karya terbaik yang dianggap paling mewakili tema dan paling inovatif. Ketiga film pendek ini kemudian mendapat dukungan dana produksi dan bimbingan eksklusif dari para profesional film.

Tiga Film Pendek yang Siap Menghiasi JAFF 2025

Ketiga film pendek yang terpilih ini akan diputar pertama kali di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 pada 30 November mendatang. Kehadiran mereka diharapkan bisa menambah warna sinema Indonesia dan memberikan pandangan baru tentang isu-isu sosial dan budaya yang penting.

Hanya Ada Kedamaian di Balik Jendela Rumahku

Film ini disutradarai oleh Ayesha Alma Almera. “Hanya Ada Kedamaian di Balik Jendela Rumahku” menceritakan kisah satire misteri yang terjadi di sebuah kampung. Inti ceritanya adalah intrik antar warga yang disebabkan oleh sesajen palsu yang diletakkan di bawah jendela. Film ini sepertinya akan menyajikan cerita yang penuh kejutan dan kritik sosial yang tajam.

Yuck and Yum!

“Yuck and Yum!” adalah karya dari sutradara Kurnia Alexander. Film ini mengangkat isu microaggression yang dialami oleh seorang pekerja saat syuting konten kuliner. Dengan cara yang unik, film ini mencoba menyadarkan penonton tentang diskriminasi halus yang seringkali tidak kita sadari dalam kehidupan sehari-hari.

The Lost Forest

“The Lost Forest”, disutradarai oleh Mizam Fadilah Ananda, adalah cerita yang mengharukan tentang kerusakan hutan Kalimantan dari sudut pandang seorang anak kecil yang sedang menjalani ritual kedewasaan. Melalui mata polos anak ini, kita diajak untuk merenungkan dampak kerusakan lingkungan terhadap kehidupan dan tradisi masyarakat setempat. Film ini diharapkan bisa membangkitkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Pujian dari Juri SISI 2025

Aco Tenriyagelli, sutradara terkenal Indonesia yang juga menjadi juri di program SISI 2025, memberikan pujian atas kualitas ide yang ditawarkan oleh para peserta. Menurutnya, program ini bukan sekadar kompetisi film pendek, tetapi juga wadah untuk berdialog secara kreatif, mempertemukan ide-ide segar dengan nilai-nilai budaya Indonesia.

“Program ‘Secinta Itu Sama Indonesia’ bukan hanya kompetisi, tetapi ruang untuk bertukar pikiran yang mempertemukan ide-ide segar dengan budaya kita,” kata Aco Tenriyagelli. Ia juga menambahkan bahwa dari ratusan proposal yang masuk, ia melihat banyak ide dari para sineas yang mencoba merekam keberagaman di sekitar mereka dengan cara yang unik, menghibur, dan membuat kita berpikir.

Menuju Panggung Internasional

Keikutsertaan tiga film pendek dari MAXStream Studios di JAFF 2025 diharapkan bisa membuka jalan bagi karya-karya sineas muda Indonesia untuk meraih prestasi di tingkat internasional. Sebelumnya, film-film produksi MAXStream Studios juga sudah berhasil meraih penghargaan di berbagai festival film bergengsi, seperti Berlinale. Hal ini membuktikan bahwa kualitas produksi dan kreativitas sineas Indonesia mampu bersaing dengan karya-karya dari negara lain.

Setelah diputar di JAFF 2025, ketiga film pendek ini rencananya akan tersedia secara eksklusif di platform MAXStream. Dengan begitu, masyarakat luas bisa menikmati karya-karya inspiratif dari para sineas muda Indonesia. Diharapkan, langkah ini bisa semakin memotivasi para kreator muda untuk terus berkarya dan mengharumkan nama bangsa di industri perfilman global. ***

About dion

Hands-on langsung. Nggak cukup liat brosur, gue harus nyoba sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *