SpekPintar – Bayangkan tumpukan sampah elektronik – ponsel rusak, laptop usang, kulkas yang tak lagi dingin. Alih-alih berakhir mencemari lingkungan, di tangan anak-anak sekolah dasar, limbah-limbah ini bertransformasi menjadi karya seni yang memukau dan benda-benda berguna. Inilah yang terjadi berkat kampanye daur ulang sampah elektronik dari PT LG Electronics Indonesia (LG). Kreativitas berpadu dengan kepedulian, menghasilkan dampak positif yang nyata.
Di Balik Kampanye “E-Waste Recycling for A Better Planet”
Mengapa LG begitu getol mengkampanyekan daur ulang e-waste? Jawabannya sederhana: masalah sampah elektronik di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Padahal, banyak yang belum sadar betapa berbahayanya limbah elektronik ini. Di dalamnya terkandung zat-zat beracun seperti timbal, merkuri, dan kadmium yang bisa mencemari tanah, air, dan udara. “Sering terlupakan, padahal kesadaran memperlakukan sampah elektronik itu penting untuk lingkungan berkelanjutan,” kata Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia. Kampanye “E-Waste Recycling for A Better Planet” hadir untuk meningkatkan kesadaran, terutama di kalangan generasi muda, tentang pentingnya mendaur ulang sampah elektronik.
Ajak Masyarakat Kumpulkan E-Waste
Selama sebulan penuh, sejak 24 September, LG mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi mengumpulkan sampah elektronik di sekitar mereka. Mulai dari ponsel, laptop, sampai peralatan rumah tangga yang sudah tak terpakai, semuanya bisa diserahkan untuk didaur ulang. Partisipasi aktif dari masyarakat jadi kunci keberhasilan program ini. Semakin banyak e-waste yang terkumpul, semakin besar dampaknya bagi lingkungan.
Di Mana Bisa Menyerahkan Sampah Elektronik?
Untuk memudahkan, LG menyediakan boks pengumpulan di enam lokasi strategis. Tiga di antaranya berada di fasilitas LG sendiri: LG Service Center Jakarta (Pondok Labu), kantor LG di Gandaria 8 Office lt. 23, dan LG ZonaSeru di CGV Central Park lt. 8 (P.13) Jakarta. Tiga lokasi lainnya hasil kerjasama dengan sekolah dasar di Jakarta dan Bekasi: SDN Ragunan 8, SDIT Pembangunan Pamulang, dan SDN Kebon Baru 07. Tujuannya? Agar lebih mudah menjangkau siswa dan guru, sekaligus mendorong mereka untuk ikut serta melestarikan lingkungan.
Gandeng Liberty Society dan Sekolah Dasar
LG tak hanya menyediakan tempat pengumpulan e-waste. Mereka juga memberikan edukasi langsung, terutama kepada siswa sekolah dasar. Bekerjasama dengan Liberty Society, organisasi yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan pelestarian lingkungan, LG mengadakan penyuluhan dan workshop tentang pengelolaan sampah elektronik. Tujuannya, memberikan pemahaman mendalam tentang bahaya sampah elektronik bagi kesehatan, lingkungan, dan ekosistem laut.
Belajar Sambil Berkreasi: Edukasi untuk Siswa SD
Para siswa SD diajak belajar banyak hal, mulai dari mengenali jenis-jenis sampah elektronik, memahami bahayanya, sampai cara mendaur ulang yang benar. Mereka juga dikenalkan dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi jumlah sampah. Yang paling seru, mereka diajak berkreasi menyulap rongsokan elektronik menjadi barang-barang bernilai seni dan fungsional. Ada yang bikin robot-robotan, lampu hias, bahkan hiasan dinding! Kegiatan ini tak hanya mengasah kreativitas, tapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. “Edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang dampak buruk sampah terhadap kesehatan, lingkungan, hewan laut, serta urgensi perubahan menuju gaya hidup berkelanjutan sejak usia muda,” jelas Ha Sang-chul.
Dampak Positif dan Harapan untuk Masa Depan
Kampanye “E-Waste Recycling for A Better Planet” telah memberikan dampak positif yang signifikan. Selain mengurangi sampah elektronik yang mencemari lingkungan, kampanye ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat. Kreativitas anak-anak dalam menyulap rongsokan elektronik menjadi inspirasi bagi banyak orang. LG berharap kampanye ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk ikut melestarikan lingkungan.
Menuju Indonesia Emas 2045 dengan Kesadaran Lingkungan
LG percaya bahwa perubahan harus dimulai sejak dini. Dengan memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah elektronik kepada siswa sekolah dasar, LG berharap dapat menciptakan generasi yang peduli lingkungan. “LG percaya bahwa perubahan harus dimulai dari usia yang paling dini. Ini sekaligus menjadi kontribusi nyata perusahaan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkas Ha Sang-chul. Kampanye ini diharapkan menjadi langkah awal menuju Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di masa depan. Keberhasilan inisiatif ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perusahaan, organisasi masyarakat, dan sekolah bisa menghasilkan dampak luar biasa bagi lingkungan dan generasi mendatang. Dengan terus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, Indonesia bisa mengatasi masalah sampah elektronik dan mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi semua. ***
spekpintar.com Spek Jelas, Pilihan Cerdas