Kabar Baik dari Nabire, Update Terbaru Soal Kabel Laut yang Sempat Putus
Kabar Baik dari Nabire, Update Terbaru Soal Kabel Laut yang Sempat Putus

Kabar Baik dari Nabire, Update Terbaru Soal Kabel Laut yang Sempat Putus

SpekPintar – Kabar kurang enak sempat menghampiri Nabire terkait jaringan internet yang ngadat. Gangguan kabel laut sejak pertengahan Agustus lalu bikin aktivitas warga serba susah. Pemerintah setempat langsung gercep berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan koneksi.

Kebut Perbaikan Kabel Laut

Pemkab Nabire nggak tinggal diam. Mereka terus berupaya sekuat tenaga memulihkan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang bermasalah ini. Koordinasi intensif dilakukan dengan Telkom, sebagai pihak yang bertanggung jawab. Intinya, semua pihak pengen masalah ini kelar secepatnya. Soalnya, di zaman sekarang, internet itu udah kayak oksigen buat masyarakat.

Seorang pejabat daerah (yang minta namanya dirahasiakan) bilang, tim teknis Telkom udah diterjunkan langsung buat nyari dan benerin titik-titik kerusakan di kabel laut. “Mereka kerja keras banget, siang malam, biar internet bisa normal lagi. Kita pantau terus perkembangannya,” ujarnya. Proses perbaikan ini nggak main-main, butuh teknologi canggih dan keahlian khusus, mengingat lokasinya yang di dasar laut.

Nggak heran kalau pemulihan ini jadi prioritas utama. Pemda sadar betul, internet itu krusial banget buat semua sektor di Nabire. Pendidikan, kesehatan, ekonomi, semua bergantung pada koneksi yang stabil. Tanpa internet, bisnis jadi susah, belajar mengajar terganggu, dan pelayanan publik jadi kurang maksimal.

Kenapa Internet Bisa Mati?

Ternyata, gangguan di Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang melayani Nabire dan beberapa daerah lain di Sulawesi, Maluku, dan Papua ini disebabkan kerusakan di ruas Sorong – Merauke. Informasi yang didapat menyebutkan, penyebab utamanya adalah double shunt fault, alias arus pendek yang terjadi di dua titik lokasi yang berbeda.

Kedalaman kerusakannya pun bervariasi, ada yang 50 meter, ada yang sampai 500 meter di bawah laut! Ini jelas bikin perbaikan jadi rumit, perlu peralatan khusus dan penyelam terlatih. Hasil investigasi awal juga nunjukkin, faktor alam jadi biang keroknya. Kondisi alam yang ekstrem, seperti pergerakan tanah di dasar laut, bisa bikin kabel laut rusak atau putus.

“Dugaan kuat kami, pergerakan tanah di dasar laut jadi penyebab utama. Ini kan faktor alam, di luar kendali kita,” jelas seorang ahli telekomunikasi yang nggak mau disebut namanya. Faktor lain yang mungkin ikut andil adalah aktivitas biota laut yang bisa merusak lapisan pelindung kabel. Tapi, investigasi masih terus jalan kok, buat mastiin penyebab pastinya.

Efeknya ke Warga Nabire?

Gangguan internet ini jelas bikin repot masyarakat Nabire. Akses informasi, komunikasi, dan layanan publik jadi terbatas banget. Pelajar dan mahasiswa kesulitan buat belajar online dan ikut kelas daring. Para pelaku UMKM juga kena imbasnya, transaksi online dan promosi produk jadi terhambat.

Pelayanan publik kayak pendaftaran online, bayar pajak, dan urusan administrasi lainnya juga jadi susah. Masyarakat kesulitan akses informasi penting soal kesehatan, keselamatan, dan layanan darurat. Dampaknya kerasa banget, dari kota sampai pelosok desa yang bergantung sama internet.

Mama Ani, salah seorang warga Nabire, ngeluh susah komunikasi sama keluarganya yang di luar kota. “Saya susah sekali mau telepon anak saya yang kuliah di Jawa. Mau kirim kabar juga susah karena internetnya mati,” curhatnya sedih. Pedagang online juga banyak yang ngeluh omzetnya turun drastis.

Update Terbaru dan Koordinasi

Pemkab Nabire terus koordinasi sama berbagai pihak, termasuk Telkom, buat mastiin proses perbaikan kabel laut berjalan lancar dan transparan. Informasi terbaru soal perkembangan perbaikan juga rutin disampein ke masyarakat lewat berbagai saluran, kayak media sosial, radio lokal, dan pengumuman resmi dari pemerintah daerah.

“Kami paham betul keresahan masyarakat akibat gangguan internet ini. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini dan memastikan perbaikan dapat diselesaikan secepat mungkin,” tegas Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nabire, Yermias Degei, dalam keterangan persnya. Beliau juga ngimbau masyarakat buat tenang dan sabar, serta nggak nyebarin informasi yang nggak bener alias hoax.

Selain itu, Pemkab Nabire juga nyari solusi alternatif buat ngatasi dampak gangguan internet ini. Salah satunya, nyediain akses internet gratis di beberapa lokasi strategis, kayak kantor-kantor pemerintah, pusat perbelanjaan, dan fasilitas umum lainnya. Harapannya, ini bisa bantu masyarakat buat tetap terhubung dan akses informasi penting selama perbaikan kabel laut masih berlangsung.

Sampai sekarang, tim teknis Telkom masih terus berusaha benerin kerusakan di kabel laut. Belum ada kepastian kapan selesai total, tapi Telkom targetin perbaikan bisa kelar dalam waktu dekat. Masyarakat Nabire berharap banget internet bisa cepet pulih dan aktivitas mereka bisa balik normal. Soalnya, koneksi internet ini emang penting banget buat kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Nabire di era digital ini. ***

About tasya

Senangnya nulis konten abadi yang dicari orang dari dulu sampe besok. Artikel gue gak kadaluarsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *