Internet Ngebut Sebentar Lagi? Meta Garap Kabel Bawah Laut Super Cepat di Indonesia!
Internet Ngebut Sebentar Lagi? Meta Garap Kabel Bawah Laut Super Cepat di Indonesia!

Internet Ngebut Sebentar Lagi? Meta Garap Kabel Bawah Laut Super Cepat di Indonesia!

SpekPintar – Meta punya kabar besar buat Indonesia! Mereka lagi menyiapkan proyek ambisius yang bisa bikin internet di Tanah Air makin ngebut. Bayangkan, kabel bawah laut super cepat bernama Candle akan menghubungkan kita dengan negara-negara tetangga di Asia. Harapannya, koneksi internet bakal jadi lebih cepat dan stabil.

Proyek Kabel Bawah Laut Candle: Siap-siap Internet Kencang!

Apa sih Proyek Candle itu?

Gampangnya, Proyek Candle ini adalah inisiatif dari Meta (induk perusahaan Facebook dan Instagram) untuk membangun kabel bawah laut sepanjang 8.000 kilometer. Kabel ini akan menghubungkan Indonesia dengan pusat-pusat data penting di Asia, seperti Jepang, Taiwan, Filipina, Malaysia, dan Singapura. Tujuannya jelas: meningkatkan kapasitas internet di Asia Pasifik (APAC), khususnya Indonesia yang lagi mengalami ledakan pengguna internet. “Ini strategi jitu buat mengantisipasi kebutuhan bandwidth yang terus meningkat,” kata Budi Santoso, seorang analis telekomunikasi, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kenapa investasi di infrastruktur internet seperti ini penting? Soalnya, internet yang cepat dan stabil itu krusial banget buat mendukung ekonomi digital. Kalau koneksi lancar, bisnis online, pendidikan, dan hiburan bisa berjalan tanpa hambatan. Proyek Candle ditargetkan selesai tahun 2028 dan diharapkan jadi tulang punggung konektivitas digital di kawasan ini.

Spesifikasi Kabel Bawah Laut Candle: Bikin Penasaran!

Kabel bawah laut Candle ini bukan kabel biasa. Teknologi canggih di dalamnya memungkinkan transfer data dengan kecepatan super tinggi. Dengan kapasitas mencapai 570 Terabit per (Tbps), Candle diklaim sebagai salah satu kabel bawah laut dengan kapasitas terbesar di Asia Pasifik. Kabel ini menggunakan teknologi kabel 24 pasang serat optik yang baru dikembangkan, memberikan lebar pita (bandwidth) yang setara dengan kabel berkapasitas terbesar yang dimiliki Meta saat ini, Anjana.

Kabelnya nanti ditanam di dasar laut, lumayan dalam, biar aman dari kerusakan akibat aktivitas maritim dan cuaca ekstrem. Proses pemasangannya butuh teknologi khusus dan tim ahli yang berpengalaman. Setelah terpasang, kabel ini akan terus dipantau secara berkala untuk memastikan performa dan keandalannya. Selain itu, Candle juga pakai teknologi terbaru untuk meminimalisir gangguan dan menjaga kualitas sinyal tetap optimal.

Apa Untungnya Buat Indonesia?

Kehadiran kabel bawah laut Candle di Indonesia diprediksi bakal membawa banyak manfaat. Pertama, sudah pasti kecepatan internet akan meningkat drastis. Kita bisa mengakses konten online dengan lebih cepat dan lancar. Kedua, koneksi internet juga akan lebih stabil, jadi risiko gangguan atau putusnya koneksi berkurang.

Selain itu, Proyek Candle juga diharapkan bisa memacu pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Dengan internet yang lebih baik, bisnis online bisa berkembang pesat, lapangan kerja baru tercipta, dan daya saing Indonesia di pasar global meningkat. Di dunia pendidikan, akses ke sumber belajar online jadi lebih mudah, sehingga kualitas pendidikan di seluruh Indonesia bisa meningkat. “Dampak proyek ini akan sangat terasa, terutama bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses internet berkecepatan tinggi,” ujar Budi Santoso.

Meta dan Jaringan Kabel Bawah Laut Lainnya: Ambisi Besar!

Proyek Candle ini bukan satu-satunya investasi Meta dalam pengembangan infrastruktur internet global, lho. Mereka juga punya proyek kabel bawah laut lain yang tujuannya sama: meningkatkan konektivitas digital di berbagai penjuru dunia.

Kabel Bawah Laut Bifrost: Menghubungkan Benua!

Kabel bawah laut Bifrost diumumkan pada tahun 2021, menghubungkan Singapura, Indonesia, Filipina, Amerika Serikat, dan Meksiko. Kabel ini diharapkan selesai pada tahun 2026 dan dirancang untuk memetakan jalur yang berbeda dari kabel transpasifik sebelumnya, menambahkan lebih dari 260 Tbps redundansi ke rute ini. Kehadiran Bifrost akan memperkuat konektivitas antara Asia dan Amerika, serta meningkatkan keandalan jaringan internet global.

Kabel Bawah Laut Echo: Jangkauan Lebih Luas!

Echo juga merupakan proyek kabel bawah laut yang diumumkan pada tahun 2021. Kabel ini telah menyalurkan kapasitas 260 Tbps antara Guam dan California, dan direncanakan untuk terhubung ke wilayah Asia di masa mendatang. Echo dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan keandalan jaringan internet antara Amerika Serikat dan Asia, mendukung pertumbuhan ekonomi digital di kedua wilayah.

Kabel Bawah Laut Apricot: Melengkapi yang Lain!

Apricot adalah kabel bawah laut yang kini tersedia di Jepang, Taiwan, dan Guam. Dengan perluasan ke Filipina, Indonesia, dan Singapura, sistem sepanjang 12.000 kilometer ini akan melengkapi sistem Bifrost dan Echo dengan kapasitas 290 Tbps. Apricot bertujuan untuk meningkatkan konektivitas digital di kawasan Asia Pasifik, mendukung pertumbuhan bisnis online, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Komitmen Meta di Asia Pasifik: Lebih dari Sekadar Bisnis!

Pengembangan infrastruktur digital di Asia Pasifik adalah bagian dari komitmen Meta untuk menyatukan masyarakat di seluruh dunia. Investasi dalam kabel bawah laut seperti Candle, Bifrost, Echo, dan Apricot adalah bukti nyata dari komitmen ini.

Dengan meningkatkan skala dan keandalan jaringan telekomunikasi global, Meta berharap dapat memastikan penyediaan layanan yang cepat dan efisien bagi bisnis dan masyarakat di seluruh APAC dan sekitarnya. Proyek-proyek ini tidak hanya akan meningkatkan kecepatan dan keandalan internet, tetapi juga akan menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial. “Meta percaya bahwa konektivitas digital adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik,” kata juru bicara Meta dalam sebuah pernyataan resmi. ***

About salsabila

Audio freak sejak dulu. Headphone, TWS, soundbar? Gue cobain semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *