Apple Rela Gelontorkan Rp 16 Triliun Demi Google, Ada Apa?
Apple Rela Gelontorkan Rp 16 Triliun Demi Google, Ada Apa?

Apple Rela Gelontorkan Rp 16 Triliun Demi Google, Ada Apa?

SpekPintar – Apple dikabarkan siap merogoh kocek hingga Rp 16 triliun demi menggandeng Google. Langkah yang cukup mengejutkan ini ternyata merupakan bagian dari strategi besar Apple untuk menyematkan teknologi kecerdasan buatan (AI) Google Gemini ke dalam asisten virtual kesayangan mereka, Siri. Pertanyaannya, kenapa harus Google?

Kenapa Apple Pilih Google?

Keputusan Apple untuk berkolaborasi dengan Google dalam urusan AI ini tentu bukan tanpa alasan. Setelah lama mencoba mengembangkan teknologi AI secara mandiri, raksasa teknologi ini akhirnya memilih jalan kemitraan. Kabarnya, dari sumber internal, Google Gemini dipilih karena kemampuannya memahami konteks dengan sangat baik, skalabilitasnya yang mumpuni, dan integrasinya yang lebih fleksibel dibandingkan model AI lainnya.

“Ini langkah yang sangat pragmatis untuk mempercepat inovasi AI di perangkat Apple,” ujar seorang analis teknologi senior yang minta dirahasiakan identitasnya, Senin (14/8/2025). “Daripada buang-buang waktu dan sumber daya untuk membangun segalanya dari nol, Apple lebih memilih memanfaatkan apa yang sudah jadi keunggulan Google.”

Sebelum mantap menggandeng Google, Apple dikabarkan sempat menjajal beberapa model AI lain, termasuk GPT dari OpenAI dan Claude dari Anthropic. Namun, pada akhirnya Gemini dinilai paling pas dengan kebutuhan dan visi Apple dalam menyajikan pengalaman AI yang canggih dan terintegrasi.

Gemini Masuk ke Siri: Apa Bedanya?

Kehadiran Gemini di tubuh Siri diharapkan bisa mendongkrak kemampuan asisten virtual ini secara signifikan. Dengan dukungan Gemini, Siri diharapkan jadi lebih pintar dalam memahami perintah yang rumit, meringkas informasi dengan lebih akurat, dan merencanakan tugas-tugas multi-langkah yang sebelumnya terasa sulit.

Fitur Baru Siri Berkat Gemini

Kabarnya, Siri versi terbaru yang akan hadir di update iOS mendatang bakal punya banyak fitur baru berkat dukungan Gemini. Beberapa fitur yang paling dinanti antara lain kemampuan menjawab pertanyaan dengan lebih lengkap, menerjemahkan bahasa secara real-time dengan akurasi tinggi, dan memberikan rekomendasi yang lebih personal dan relevan.

“Pengguna bisa berharap Siri yang jauh lebih cerdas dan intuitif,” kata seorang pengembang aplikasi iOS. “Dengan Gemini, Siri akan lebih paham konteks percakapan dan memberikan respons yang lebih pas.”

Privasi Pengguna Tetap Nomor Satu

Salah satu hal yang paling dikhawatirkan dari integrasi AI pihak ketiga adalah masalah privasi data pengguna. Menanggapi hal ini, Apple menegaskan bahwa privasi pengguna akan tetap jadi prioritas utama. Data pengguna yang diproses oleh Gemini akan dienkripsi dan dianonimkan, serta disimpan di server Private Cloud Compute (PCC) milik Apple.

“Kami paham betul bahwa privasi itu sangat penting bagi pengguna kami,” ujar seorang juru bicara Apple. “Kami akan memastikan data pengguna tetap aman dan terlindungi, bahkan saat menggunakan teknologi AI dari pihak ketiga.”

Semua pemrosesan data oleh Gemini akan bersifat sementara, tanpa ada data yang disimpan permanen antar sesi. Ini sejalan dengan komitmen Apple untuk melindungi privasi pengguna dan memastikan data mereka tidak disalahgunakan.

Apple Ubah Strategi Pengembangan AI?

Kemitraan dengan Google ini seolah menandai perubahan strategi Apple dalam pengembangan AI. Sebelumnya, Apple lebih fokus pada pengembangan internal dan membangun teknologi AI sendiri. Namun, dengan pesatnya perkembangan AI generatif, Apple menyadari bahwa kemitraan strategis bisa jadi cara yang lebih efektif untuk tetap kompetitif.

Sempat Lirik Model AI Lain

Sebelum akhirnya memilih Google, Apple juga sempat menjajal model AI lain seperti GPT dari OpenAI dan Claude dari Anthropic. Namun, setelah dievaluasi mendalam, Gemini dinilai sebagai pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan visi Apple.

Kemitraan Sementara, Tujuan Tetap AI Mandiri

Meski begitu, kemitraan dengan Google ini kemungkinan hanya bersifat sementara. Apple tetap berkomitmen untuk mengembangkan model AI sendiri yang punya kemampuan setara atau bahkan lebih baik dari Gemini. Kemitraan dengan Google ini dipandang sebagai jembatan untuk mengisi kekosongan sementara sambil menunggu pengembangan AI mandiri Apple selesai.

“Tujuan jangka panjang kami adalah memiliki kendali penuh atas teknologi AI yang kami gunakan,” kata seorang sumber internal Apple. “Kemitraan dengan Google ini memungkinkan kami memberikan pengalaman AI yang lebih baik kepada pengguna dalam waktu dekat, sambil terus berinvestasi dalam pengembangan teknologi AI internal kami.”

Apa Dampak Kemitraan Apple dan Google?

Kemitraan antara Apple dan Google ini punya dampak yang signifikan bagi kedua perusahaan, serta bagi industri teknologi secara keseluruhan.

Beradaptasi di Era AI Generatif

Bagi Apple, kemitraan ini adalah langkah adaptasi untuk bersaing di era AI generatif. Dengan menyematkan Gemini ke dalam Siri, Apple bisa memberikan pengalaman AI yang lebih canggih dan relevan kepada pengguna mereka, tanpa harus mengeluarkan banyak waktu dan sumber daya untuk mengembangkan teknologi AI sendiri dari awal.

Strategi di Pasar China

Kemitraan ini juga punya implikasi strategis bagi Apple di pasar China. Di sana, layanan Google dilarang, jadi Apple berencana mengandalkan model AI internal dan mitra lokal seperti Alibaba untuk memenuhi kebutuhan AI pengguna di China. Dengan strategi ini, Apple bisa memastikan produk dan layanan mereka tetap sesuai dengan regulasi dan kebutuhan pasar China.

“Kami paham betul bahwa pasar China punya karakteristik yang unik,” kata seorang juru bicara Apple. “Kami akan bekerja sama dengan mitra lokal untuk memastikan pengguna kami di China mendapatkan pengalaman AI yang terbaik.”

Kemitraan antara Apple dan Google ini menunjukkan bagaimana perusahaan-perusahaan teknologi raksasa saling bekerja sama untuk menghadirkan inovasi yang lebih baik kepada pengguna. Meski persaingan tetap ada, kolaborasi strategis seperti ini menjadi semakin penting di era AI generatif. Bisa jadi, ke depannya, kemitraan semacam ini akan semakin sering terjadi. ***

About rafi

Ngulik smartphone tuh udah kayak ngopi tiap pagi. Android & iOS? Dua-duanya gua makan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *