Baru rilis pertengahan Juli, game Upin & Ipin Universe langsung bikin heboh! Bukan karena gamenya yang super seru, tapi malah diserbu habis-habisan sama sekelompok fans yang menamakan diri “Bocil Kematian”. Gara-garanya? Macam-macam! Mulai dari urusan hak cipta yang bikin ribet, sampai isu soal cara kerja yang kurang oke. Setelah beberapa hari diem seribu bahasa, akhirnya Les’ Copaque Production dan Streamline Studios, si empunya game, angkat bicara juga pada Jumat (25/07/2025).
Kenapa Bisa Ribut?
Jadi gini ceritanya, awalnya streamer gaming terkenal, Windah Basudara, kena masalah klaim hak cipta pas lagi asyik main Upin & Ipin Universe. Parahnya lagi, cuplikan streaming dia malah dipakai buat promosi game sama developernya. Nah, dari situ deh “Bocil Kematian”, fansnya Windah, langsung panas. Belum selesai sampai situ, muncul lagi kabar soal gaji karyawan yang nunggak dan dugaan PHK sepihak di Les’ Copaque Production. Gosip ini makin bikin “Bocil Kematian” geram, apalagi infonya nyebar viral di media sosial.
“Bocil Kematian” Menyerang!
Nggak tanggung-tanggung, serbuan “Bocil Kematian” ini masif banget di semua media sosial. Akun-akun resmi Les’ Copaque Production dan Streamline Studios, kayak @lescopaque dan @streamlinestudios, langsung dibanjiri komentar pedas dan kritikan abis-abisan. Bahkan, mereka juga rame-rame kasih ulasan bintang satu alias “review bomb” di tempat jualan game. Alhasil, rating Upin & Ipin Universe langsung nyungsep dan bikin reputasinya jadi jelek di mata publik. “Kami kecewa banget sama respons developernya yang kayaknya lambat dan nggak transparan,” keluh seorang netizen dengan akun @GamingGembira, Sabtu (26/07/2025). Kelihatan banget kan, kekecewaan mereka udah nggak bisa dibendung lagi.
Pengembang Akhirnya Buka Suara
Setelah bungkam beberapa hari, akhirnya Les’ Copaque Production dan Streamline Studios ngeluarin pernyataan resmi lewat media sosial mereka. Mereka mengakui emang ada masalah dan janji bakal segera berbenah. “Kami sadar sepenuhnya kekecewaan yang dirasakan para pemain dan streamer,” tulis mereka. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan berjanji untuk kerja lebih keras lagi.”
Ngaku Salah dan Janji Mau Perbaiki
Dalam pernyataannya, mereka mengakui ada bug pas game baru diluncurkan dan masalah hak cipta yang dialami beberapa streamer. Mereka bilang udah berusaha keras buat memperbaiki bug dan ningkatin pengalaman main. “Kami sudah kerja keras buat nunjukkin Upin & Ipin Universe ke dunia dan kami senang akhirnya bisa hadir. Sudah seminggu sejak peluncurannya, dan kami mau kasih tahu kenapa kami agak kurang aktif. Kami sudah kerja keras, baca masukan kalian, perbaiki bug, dan berusaha keras untuk ningkatin pengalaman main,” begitu bunyi pernyataan mereka. Data internal mereka nunjukkin lebih dari 30 bug udah berhasil diidentifikasi dan diperbaiki sejak game rilis.
Solusi Buat Streamer yang Kena Masalah Hak Cipta
Menanggapi masalah hak cipta yang dialami Windah Basudara dan streamer lainnya, pengembang bilang lagi nyari solusi. Mereka nyaranin streamer buat matiin musik dalam game pas lagi streaming biar nggak kena klaim hak cipta. Mereka juga berencana bikin mode khusus yang disebut “Mode Streamer” yang bakal matiin semua konten berhak cipta dalam game. “Kami sadar beberapa streamer kena demonetisasi karena pelanggaran hak cipta. Kami lagi ngupayain solusi, kayak Mode Streamer, tapi butuh waktu lebih lama. Harap diperhatikan semua musik dalam game punya hak cipta dan mungkin bakal ditandai otomatis sama platform streaming. Biar nggak kejadian, kami saranin buat matiin musik pas streaming. Paling aman sih, selalu ikutin panduan platform yang kalian pakai,” jelas mereka. Katanya, Mode Streamer ini diharapkan bisa rilis akhir Agustus 2025.
Reaksi Netizen Gimana?
Meski udah ngeluarin pernyataan resmi, serangan dari “Bocil Kematian” belum juga reda sepenuhnya. Masih ada aja yang nuntut permintaan maaf langsung ke Windah Basudara. Polemik Upin & Ipin Universe dan Windah Basudara ini terus aja mancing pro dan kontra di media sosial. Ada yang bilang tindakan “Bocil Kematian” lebay, tapi ada juga yang dukung aksi mereka sebagai bentuk solidaritas ke streamer kesayangan. “Minta maaf aja nggak cukup. Developer harus buktiin komitmen mereka buat perbaiki masalah dan ngehargain para content creator,” komentar seorang netizen dengan akun @PecintaUpinIpin. Sementara itu, beberapa analis industri game bilang kasus ini jadi pelajaran penting buat pengembang game biar lebih perhatiin hak cipta dan bangun komunikasi yang baik sama para streamer. Kasus ini juga nunjukkin betapa kuatnya komunitas online dalam memengaruhi reputasi sebuah produk atau perusahaan. Data dari lembaga riset pasar game nunjukkin sentimen negatif di media sosial bisa nurunin penjualan game sampai 20%. Pihak pengembang sendiri belum ngasih komentar lebih lanjut soal perkembangan situasi ini. Tapi, mereka janji bakal terus ngasih update secara berkala ke para pemain dan streamer. Ke depannya, cara mereka nangani krisis ini bakal jadi tolok ukur buat industri game Indonesia dalam mengelola hubungan sama komunitas dan ngejaga reputasi di tengah persaingan yang makin ketat.
spekpintar.com Spek Jelas, Pilihan Cerdas