SpekPintar – Apakah ini akhir dari ngebut di jalanan virtual? Masa depan Need for Speed (NFS), si raja game balap, lagi bikin penasaran nih. Rumor penundaan pengembangan seri terbaru dan tutupnya situs afiliasi bikin para penggemar deg-degan. Apalagi, penjualan Need for Speed Unbound kemarin kurang nendang, ditambah lagi Electronic Arts (EA) lagi fokus benerin Battlefield. Waduh, gimana nasib NFS, ya?
Rumor Penundaan Need for Speed Bikin Heboh
Kabar ini pertama kali muncul dari unggahan Matthew Everingham, seorang fotografer sekaligus kontributor situs Speedhunters, di media sosial. Katanya sih, situs yang selama ini dapat dukungan dana dari EA ini bakal dihentikan sementara.
“Speedhunters ditunda. EA nunda Need For Speed, dan itu berarti gak ada lagi dana buat situsnya,” tulis Everingham. Sontak, postingan ini langsung bikin heboh dan memicu spekulasi di kalangan penggemar game balap. Masa iya, game yang udah menemani kita hampir tiga dekade ini bakal tamat? Sampai sekarang, EA masih bungkam soal kebenaran kabar ini.
Speedhunters: Sinyal Bahaya Buat NFS?
Buat yang belum tahu, Speedhunters itu situs keren yang populer banget di kalangan pecinta otomotif dan modifikasi mobil. Mereka udah lama kerja sama bareng Need for Speed, sejak tahun 2008, lho. Situs ini jadi tempat para penggemar berbagi inspirasi modifikasi, berita otomotif, dan konten eksklusif soal game NFS.
Kalau Speedhunters beneran hilang, ini bisa jadi pertanda buruk buat Need for Speed. Soalnya, situs ini bukan cuma media promosi, tapi juga sumber ide dan referensi buat para pengembang game. Mereka bisa lihat mobil apa aja yang lagi ngetren, modifikasi apa yang lagi digandrungi, dan budaya balap jalanan kayak apa yang lagi hits. Data internal Speedhunters nunjukkin, situs ini dikunjungi rata-rata 5 juta orang per bulan di tahun 2024. Gede banget, kan? Akun media sosial mereka juga udah jarang aktif, fotonya juga diganti jadi samar-samar. Makin kuat deh dugaan kalau mereka beneran berhenti beroperasi.
Penjualan Need for Speed Unbound Gak Sesuai Harapan
Dirilis Desember 2022 lalu, Need for Speed Unbound diharapkan bisa balikin kejayaan NFS yang sempat meredup. Sayangnya, Unbound gak sesuai ekspektasi. Walaupun visualnya unik dengan gaya kartun yang dipaduin sama realisme, dan gameplay-nya juga lumayan, Unbound dianggap kurang inovatif dan gagal narik perhatian banyak orang.
Menurut laporan penjualan, Need for Speed Unbound jauh dari target yang ditetapkan EA. Analis industri bilang, performa penjualan yang kurang memuaskan ini jadi salah satu alasan kenapa pengembangan seri selanjutnya ditunda. “Need for Speed Unbound punya potensi, tapi eksekusinya kurang maksimal. Persaingan di genre game balap juga makin ketat, jadi Unbound susah buat menonjol,” kata seorang analis game.
EA Lebih Pilih Battlefield, NFS Jadi Korban?
Di tengah rumor penundaan Need for Speed, muncul kabar kalau Criterion Games, studio yang bikin Need for Speed Unbound, sekarang lagi fokus buat ngebangkitin lagi Battlefield. Battlefield 2042, seri terakhir Battlefield, dapat banyak kritikan pedas dan dianggap gagal. EA kayaknya pengen banget memperbaiki citra Battlefield dan ngembaliin kejayaan game perang ini.
Keputusan ini bikin para penggemar Need for Speed khawatir. Apa EA bakal ngorbanin NFS demi nyelamatin Battlefield? Apa masa depan NFS beneran terancam? Sampai sekarang, EA belum ngasih pernyataan resmi soal strategi jangka panjang mereka buat kedua game ini. Tapi, fokus yang sekarang lagi ke Battlefield jelas nunjukkin kalau prioritas EA lagi di sana.
Sedikit Kilas Balik Soal Need for Speed
Need for Speed itu salah satu game balap paling legendaris sepanjang masa. Pertama kali dirilis tahun 1994, NFS udah mengalami banyak perubahan dan evolusi selama hampir tiga dekade. Mulai dari balapan jalanan yang realistis dengan mobil-mobil sport mewah, sampai budaya balap jalanan yang penuh gaya dan cerita yang menarik, NFS selalu berusaha ngasih pengalaman balap yang seru dan beda buat para pemainnya.
Evolusi Genre dan Tema Need for Speed
Seri-seri kayak Need for Speed Underground, Most Wanted (2005), dan Carbon udah jadi legenda di kalangan penggemar game balap. NFS Underground ngenalin budaya modifikasi mobil yang mendalam, sementara Most Wanted nampilin kejar-kejaran sama polisi yang menegangkan dan daftar hitam pembalap yang harus dikalahin. Carbon ngelanjutin tren itu dengan nambahin elemen pertarungan wilayah dan kru balap.
“Need for Speed udah jadi bagian penting dari industri game selama bertahun-tahun. Game ini udah menginspirasi banyak game balap lainnya dan punya banyak penggemar setia,” kata seorang sejarawan game. Data dari EA nunjukkin, Need for Speed udah kejual lebih dari 150 juta kopi di seluruh dunia, dan jadi salah satu game terlaris sepanjang masa.
Nunggu Kabar Baik dari EA
Sampai sekarang, EA belum ngeluarin pernyataan resmi soal status Need for Speed. Para penggemar NFS di seluruh dunia masih nunggu dengan cemas buat dapet kepastian soal masa depan game kesayangan mereka. Apa NFS bakal beneran dihentiin sementara? Apa Criterion Games bakal balik ngembangin NFS setelah selesai ngerjain Battlefield? Atau EA punya rencana lain yang lebih besar buat NFS di masa depan?
Waktu yang bakal jawab semua pertanyaan ini. Sambil nunggu, para penggemar cuma bisa berharap yang terbaik dan terus ngedukung Need for Speed, sambil nunggu pengumuman resmi dari EA. Kabar yang lagi beredar sih, EA berencana ngasih pernyataan resmi soal status Need for Speed dalam beberapa minggu ke depan. Informasi ini didapat dari sumber internal yang deket sama EA, tapi kebenarannya belum bisa dipastiin. Kita tunggu aja, deh! ***
spekpintar.com Spek Jelas, Pilihan Cerdas