SpekPintar – Aqua lagi ramai diperbincangkan nih. Gara-garanya, video sidak Dedi Mulyadi ke pabrik Aqua di Subang viral. Banyak yang kaget setelah tahu kalau air mineral Aqua itu ternyata dari sumur bor. Padahal, selama ini kan iklannya menampilkan mata air pegunungan yang segar banget.
Awal Mula Ramainya: Sidaknya Kang Dedi ke Pabrik Aqua
Video Sidak Langsung Trending!
Semua bermula dari video yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada 21 Oktober 2025. Judulnya “Sidak ke Perusahaan Air Mineral, Ternyata Sumber Airnya dari Bawah Tanah.” Video ini langsung viral dan sudah ditonton lebih dari sejuta kali! Di video itu, Kang Dedi, waktu itu masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, melakukan sidak ke pabrik Aqua di Subang. Katanya sih mau lihat proses produksi dan memastikan kualitas airnya. Eh, nggak disangka malah nemu fakta yang bikin heboh. Alhasil, kata kunci “Aqua” langsung jadi trending topic di X (dulu Twitter) pada Kamis, 23 Oktober 2025.
Ternyata dari Sumur Bor?
Momen pentingnya pas Kang Dedi ngobrol sama perwakilan pabrik Aqua. Dia nanya dari mana sumber airnya. “Ini bangunan apa? (sumur). Oh buat sumur. Ngambil airnya dari sungai?” tanya Kang Dedi. Dijawab sama perwakilan perusahaan, “Ngambil airnya dari bawah tanah.” Kang Dedi kaget, soalnya dia kira air Aqua itu dari mata air atau air permukaan. “Oh airnya dari bawah tanah. Bukan air permukaan? Air bawah tanahnya ngambil sumbernya dari?” tanyanya lagi. Terus dijelasin kalau airnya diambil dari dalam tanah dengan cara dibor. “Oh dibor. Ini nggak akan ngefek ke pergeseran tanah? Dikira oleh saya tadi air permukaan (air sungai) atau air dari mata air. Oh jadi ini bukan dari mata air ya? Oh, tanah dalam. Berarti kategorinya sumur pompa dalam?” Kang Dedi kelihatan banget kagetnya.
Reaksi Netizen: Ada yang Kecewa, Ada yang Maklum
Kecewa karena Iklan?
Pengungkapan sumber air Aqua dari sumur bor ini langsung memicu reaksi beragam dari netizen. Banyak yang merasa kecewa dan kayak ketipu gitu, karena selama ini percaya air Aqua dari mata air pegunungan yang alami. Mereka merasa iklan-iklannya yang menampilkan pegunungan indah dan air jernih itu memberikan kesan yang salah. “Selama ini iklannya selalu menampilkan mata air pegunungan, ternyata dari sumur bor. Merasa dibohongi,” tulis seorang netizen di X. Mereka juga percaya air dari mata air itu lebih berkualitas dan alami daripada air dari sumur bor. Bahkan, ada yang ngajak boikot Aqua sebagai bentuk protes.
Memahami Industri Air Kemasan
Tapi, ada juga netizen yang coba memahami praktik umum di industri air kemasan. Mereka bilang pengambilan air dari sumur bor itu wajar dan legal, asalkan sesuai aturan dan nggak merusak lingkungan. “Industri air kemasan memang banyak yang menggunakan sumur bor. Yang penting izinnya lengkap dan tidak merusak lingkungan,” tulis netizen lainnya. Ada juga yang menjelaskan kalau air dari sumur bor tetap disaring dan diolah dengan ketat untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar kesehatan. Jadi, fokusnya bukan di sumber airnya, tapi di kualitas air yang dihasilkan. Menurut data dari Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin), kebanyakan perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia memang pakai air dari sumur dalam (sumur bor) karena lebih stabil dan terlindungi dari kontaminasi permukaan.
Kata Aqua: Air dari Bawah Tanah Itu…
Menanggapi kehebohan ini, pihak Aqua memberikan penjelasan tentang proses pengambilan air dari bawah tanah. Dalam keterangan resminya, Aqua menegaskan kalau air yang mereka pakai itu berasal dari sumber air yang terlindungi dan sudah diolah sesuai standar keamanan pangan. “Kami memahami kekhawatiran masyarakat terkait sumber air kami. Perlu kami tegaskan bahwa air yang kami gunakan berasal dari sumber air yang terlindungi dan telah memenuhi standar kualitas yang ketat,” ujar perwakilan Aqua. Mereka juga bilang pengambilan air dari sumur bor dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, dengan memperhatikan keseimbangan lingkungan. “Kami bekerja sama dengan para ahli lingkungan untuk memastikan bahwa pengambilan air kami tidak berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Kami juga secara rutin melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap sumber air kami,” lanjutnya. Aqua juga menegaskan kalau proses pengolahan airnya sudah sesuai standar dari BPOM dan WHO. “Kualitas air kami secara rutin diuji di laboratorium independen untuk memastikan bahwa memenuhi standar keamanan dan kesehatan yang ketat,” pungkasnya.
Meski begitu, kejadian ini jadi pelajaran penting buat industri air kemasan. Transparansi soal sumber air dan proses produksi jadi makin penting untuk membangun kepercayaan konsumen. Ke depannya, diharapkan perusahaan AMDK bisa lebih terbuka dan komunikatif dalam menjelaskan proses yang dilakukan, biar nggak ada kesalahpahaman di masyarakat. Kabar terakhir, BPOM sudah melakukan inspeksi ke pabrik Aqua di Subang untuk memastikan proses produksi dan sumber airnya sesuai standar. Hasil inspeksi ini diharapkan bisa memberikan klarifikasi lebih lanjut dan mengakhiri polemik yang terjadi. ***
spekpintar.com Spek Jelas, Pilihan Cerdas