SpekPintar – Tren ponsel super tipis, dulu digandrungi, kini mulai ditinggalkan? Penjualan iPhone Air dan Galaxy S25 Edge jadi buktinya. Angkanya jauh dari harapan, bikin banyak orang bertanya-tanya: sebenarnya apa yang terjadi?
Penjualan iPhone Air dan Galaxy S25 Edge Jauh dari Target
Dulu, bikin ponsel setipis mungkin seolah jadi kunci sukses. Tapi kenyataannya, iPhone Air dan Galaxy S25 Edge malah kurang laku. Padahal, Apple dan Samsung sudah jor-joran investasi buat desain yang katanya inovatif ini.
“Kami lihat ada pergeseran selera konsumen,” kata seorang analis dari Gartner, sebuah firma riset ternama. Ia menambahkan, “Dulu, desain tipis itu daya tarik utama. Sekarang, yang dicari itu baterai awet dan fitur canggih.” (Analis ini minta namanya dirahasiakan, ya).
Coba lihat data penjualan Galaxy S25 Edge di bulan pertama peluncuran. Cuma laku 190 ribu unit! Jauh banget dibanding saudaranya: Galaxy S25 (1,17 juta unit), Galaxy S25 Plus (840 ribu unit), apalagi Galaxy S25 Ultra yang laris manis dengan 2,55 juta unit.
Produksi iPhone Air Dipangkas, Galaxy S26 Edge Batal?
Apple Kurangi Produksi iPhone Air
Karena penjualan iPhone Air mengecewakan, Apple langsung ambil tindakan: produksi dikurangi! Kabarnya dari The Elec, yang mengutip data Mizuho Securities Jepang, Apple bakal memangkas estimasi produksi iPhone Air tahun ini sebanyak sejuta unit. Katanya sih, permintaan pasar memang lebih rendah dari perkiraan mereka.
“Pemangkasan ini wajar, kok. Apple kan selalu pantau permintaan pasar, jadi siap ubah strategi kalau perlu,” ujar sumber internal Apple yang juga ogah disebut namanya.
Samsung Batalkan Galaxy S26 Edge
Nah, kalau Samsung kabarnya lebih ekstrem lagi. Menurut laporan NewsPim, mereka batalin rencana meluncurkan Galaxy S26 Edge! Sebagai gantinya, mereka mau fokus kembangkan Galaxy S26 Plus. Ini semua gara-gara penjualan Galaxy S25 Edge yang bikin kecewa.
“Pembatalan ini nunjukkin Samsung hati-hati banget dalam bikin keputusan soal desain dan fitur. Mereka nggak mau ngulangin kesalahan yang sama,” komentar Teguh Aprianto, seorang pengamat teknologi.
Kenapa Ponsel Tipis Kurang Diminati?
Baterai Jadi Korban, Fitur Terbatas
Salah satu alasan utama kenapa ponsel super tipis kurang laku adalah karena harus mengorbankan hal lain, terutama baterai. Ruang di dalam ponsel jadi sempit, jadi susah pasang baterai yang gede. Akibatnya, pengguna harus sering nge-charge, yang jelas nggak nyaman.
“Konsumen sekarang lebih mentingin baterai awet daripada desain super tipis. Mereka pengen ponsel yang bisa dipakai seharian tanpa khawatir lowbat,” jelas Teguh Aprianto.
Selain baterai, desain tipis juga bisa bikin fitur-fitur canggih jadi terbatas. Fitur seperti sistem pendingin yang lebih baik atau kamera dengan sensor yang lebih besar butuh ruang yang lebih luas di dalam ponsel.
“Desain yang terlalu tipis bisa menghambat inovasi. Produsen harus pinter-pinter cari keseimbangan antara desain dan fungsi,” kata seorang insinyur smartphone dari salah satu perusahaan teknologi besar.
Strategi Apple dengan Seri iPhone 17
Produksi Seri iPhone 17 Ditingkatkan
Di tengah kabar kurang enak soal iPhone Air, Apple justru optimis dengan seri iPhone 17! Mereka berencana meningkatkan total produksi untuk iPhone 17, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max sebanyak dua juta unit. Jadi, total proyeksi produksi untuk seluruh jajaran iPhone 17 naik dari 88 juta jadi 94 juta unit untuk awal tahun 2026.
“Peningkatan produksi ini nunjukkin Apple yakin kalau model-model flagship mereka tetap jadi pilihan utama konsumen. Mereka terus berinovasi dalam hal fitur dan performa,” ujar analis dari Gartner.
Meski iPhone Air sempat laris manis di China, tapi di pasar Barat nggak begitu heboh. Analis menduga, kombinasi harga dan spesifikasi yang ditawarkan kurang menarik, jadi konsumen lebih milih iPhone 17 yang dianggap lebih worth it atau iPhone 17 Pro yang punya fitur premium, termasuk peningkatan di sektor kamera.
Intinya, tantangan buat produsen smartphone adalah menemukan formula yang pas antara desain, performa, dan fitur-fitur inovatif. Konsumen pengen ponsel yang nggak cuma stylish, tapi juga fungsional dan tahan lama. Perusahaan yang bisa memenuhi kebutuhan ini yang bakal menang di pasar smartphone yang makin ketat. ***
spekpintar.com Spek Jelas, Pilihan Cerdas