SpekPintar – Hemat sih hemat, tapi jangan sampai ketipu! Membeli HP bekas memang bisa jadi solusi cerdas buat kamu yang pengen punya smartphone canggih tanpa bikin kantong bolong. Tapi ingat, jangan asal comot! Ada beberapa hal penting yang wajib kamu perhatikan biar nggak nyesel di kemudian hari. Yuk, simak panduan lengkapnya!
7 Jurus Jitu Sebelum Beli HP Bekas
Siapa sih yang nggak mau punya HP spek dewa tapi harganya bersahabat? Beli HP bekas bisa jadi jawabannya. Tapi, jangan langsung tergiur harga murah ya! Bisa-bisa kamu malah dapat barang “sampah” yang bikin dompet makin jebol. Nah, sebelum kamu memutuskan untuk meminang HP bekas idaman, ada beberapa poin penting yang harus kamu cek. Apa saja itu? Mari kita bedah satu per satu.
1. Jaringan dan Kompatibilitas: Jangan Sampai Cuma Jadi Pajangan
Pastikan Nggak “Cacat” dan Cocok Sama Kartumu
Yang pertama dan paling krusial adalah kemampuan HP tersebut buat terhubung ke jaringan seluler. Pastikan IMEI (International Mobile Equipment Identity) HP-nya nggak diblokir atau bermasalah. Soalnya, kalau IMEI-nya bermasalah, kamu nggak bakal bisa nelpon, SMS-an, atau internetan pakai kartu SIM. Masalah ini biasanya muncul di HP ilegal atau yang masuk ke Indonesia tanpa izin yang benar.
“Pengecekan jaringan itu nomor satu, buat mastiin HP-nya beneran bisa dipakai,” kata Adi Pratama, seorang teknisi smartphone kawakan. “Jangan sampai kejadian beli HP yang bisanya cuma numpang WiFi doang.”
Selain itu, penting juga buat mastiin HP tersebut kompatibel sama jaringan operator yang kamu pakai. Beberapa HP mungkin cuma support frekuensi jaringan tertentu, jadi performanya nggak maksimal atau bahkan nggak bisa dipakai sama sekali di daerahmu.
iPhone: Cara Cek “Kunci” Operator
Khusus buat pengguna iPhone, ada cara gampang buat ngecek apakah iPhone tersebut “dikunci” ke operator tertentu. Caranya: masuk ke Settings (Pengaturan) > General (Umum) > About (Mengenai) > Carrier Lock (Kunci Operator). Kalau tulisannya “No SIM restrictions” (Nggak ada batasan SIM), berarti iPhone tersebut bebas dipakai sama operator mana aja. Tapi, kalau ada nama operator tertentu, berarti HP-nya cuma bisa dipakai sama operator itu aja.
2. Status IMEI: Jangan Beli Barang “Bodong”!
Pastikan IMEI-nya Aman Sentosa
IMEI, alias International Mobile Equipment Identity, itu semacam nomor identitas unik buat setiap HP. Nah, ngecek status IMEI itu penting banget buat mastiin HP bekas yang mau kamu beli nggak bermasalah secara hukum atau teknis. HP dengan IMEI yang diblokir biasanya nggak bisa dipakai buat nelpon, SMS, atau internetan pakai jaringan seluler.
Cara ngeceknya gampang kok. Kamu bisa ketik *#06# di dialpad HP buat nampilin IMEI-nya, terus cocokin sama IMEI yang ada di dus HP (kalau ada) atau di menu pengaturan. Abis itu, kamu bisa kunjungi website Kementerian Perindustrian atau operator seluler buat ngecek IMEI-nya. Biasanya mereka nyediain layanan gratis buat ngecek apakah IMEI perangkat terdaftar dan aktif.
Kenapa IMEI Bisa Diblokir?
Ada beberapa alasan kenapa IMEI bisa diblokir. Salah satunya karena HP tersebut dibeli dari luar negeri secara ilegal atau nggak lewat prosedur bea cukai yang bener. Selain itu, IMEI juga bisa diblokir kalau HP tersebut dilaporkan hilang atau dicuri. Operator seluler biasanya langsung ngeblokir IMEI HP yang dilaporkan hilang atau dicuri buat mencegah penyalahgunaan.
“IMEI yang diblokir itu bisa jadi masalah besar,” kata Rina Sari, seorang penjual HP bekas online. “Pembeli harus ekstra hati-hati dan mastiin IMEI perangkat nggak bermasalah sebelum transaksi.”
3. Akun Aktif: Jangan Sampai Numpang di HP Orang!
Pastikan Udah Logout Dari iCloud atau Akun Lain
Sebelum deal, pastikan HP bekas tersebut udah nggak nyambung ke akun aktif milik pemilik sebelumnya. Ini penting banget, terutama buat iPhone yang pakai iCloud. Kalau iPhone-nya masih nyangkut ke akun iCloud pemilik sebelumnya, kamu nggak bakal bisa pakai HP-nya secara maksimal. Susah mau download aplikasi, update sistem operasi, atau bahkan aktifin HP-nya.
“Ini nih yang sering kejadian pas beli iPhone bekas,” jelas Bayu Anggara, seorang pengamat teknologi. “Pembeli sering nggak sadar kalau HP-nya masih dikunci ke akun iCloud orang lain.”
Selain iCloud, pastiin juga HP-nya nggak nyangkut ke akun lain, kayak Google Account (buat Android), Samsung Account, atau akun-akun lainnya. Akun-akun ini bisa ngunci fitur-fitur tertentu di HP dan bikin kamu ribet.
Logout Itu Wajib Hukumnya!
Proses logout akun dari HP itu harus dilakuin sama pemilik sebelumnya sebelum kamu beli HP-nya. Pastiin pemilik sebelumnya udah ngehapus semua data pribadinya dari HP, termasuk foto, video, kontak, dan pesan. Abis itu, minta dia buat ngelakuin factory reset atau pengaturan ulang pabrik buat ngembaliin HP ke kondisi awal.
Kalau pemilik sebelumnya nggak bisa logout akun atau factory reset, mendingan urungkan niat buat beli HP-nya. Risikonya terlalu besar dan bisa bikin kamu kesulitan buat makai HP-nya.
Dengan ngecek semua hal di atas secara teliti, kamu bisa meminimalisir risiko dapet HP bekas yang bermasalah. Jangan buru-buru dan selalu lakuin pengecekan menyeluruh sebelum mutusin buat beli. Inget, harga murah bukan jaminan kualitas. Mendingan bayar sedikit lebih mahal buat dapet HP bekas yang terjamin kualitasnya daripada nyesel belakangan.
Selain tiga poin di atas, jangan lupa periksa juga kondisi fisik HP-nya, fungsi-fungsi penting kayak kamera, speaker, mikrofon, dan touchscreen, serta daya tahan baterai. Kalau bisa, minta penjual buat ngasih garansi atau jaminan. Dengan begitu, kamu bisa lebih tenang dan nyaman pas beli HP bekas. Intinya, hati-hati itu kunci buat dapet HP bekas berkualitas dan sesuai sama kebutuhanmu. Jangan sampai pengalaman beli HP bekas malah jadi mimpi buruk! ***
spekpintar.com Spek Jelas, Pilihan Cerdas